PERSPEKTIF MASYARAKAT TERHADAP TREND PERKEMBANGAN KORAN DIGITAL “E-PAPER”

Oleh Filton Abraham

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada masa kini, sebagian besar masyarakat semakin merasakan teknologi informasi sebagai salah satu kebutuhan pokok disamping kebutuhan akan sandang, pangan dan papan. Seiring dengan hal itu, informasi telah berubah bentuk menjadi suatu komoditi yang dapat diperdagangkan. Keadaan ini terbukti dengan semakin berkembangnya bisnis pelayanan informasi, seperti stasiun televisi, surat kabar, radio, dan lain – lain, yang telah memasuki sendi-sendi kehidupan manusia. Perubahan lingkungan yang pesat, dinamis dan luas tersebut didukung oleh kemajuan teknologi informasi disegala bidang. Hal ini telah mendorong transformasi masyarakat tradisional menjadi masyarakat informasi.
Perkembangan teknologi dan informasi atau yang lazim disebut dengan Teknologi Informasi (TI) saat ini telah menjadi sangat pesat seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Pesatnya kemajuan dalam teknologi informasi ini sendiri, memberikan pengaruh yang cukup besar kepada berbagai aspek atau bidang diantaranya yaitu bidang ekonomi, pendidikan, pemerintahan, keamanan, dan lain – lain. Teknologi informasi itu sendiri merupakan senjata yang paling ampuh dalam menghadapi persaingan sekaligus merupakan sarana kemudahan bagi siapa saja yang mampu menggunakan dan mengaplikasikan teknologi dan informasi itu sendiri.
Perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak dalam kehidupan masyarakat. Sejak diketemukannya komputer pada tahun 1955, peradaban dunia telah memasuki era informasi. Teknologi informasi dengan komputer sebagai motorpenggeraknya telah mengubah segalanya. Pemrosesan informasi berbasis komputer mulai dikenal orang dan hingga saat ini sudah banyak banyak yang menggunakan cara tersebut untuk mencari berbagai informasi yang dibutuhkan.
Pemrosesan informasi berbasis komputer ini sendiri menggunakan sebuah media teknologi informasi yang disebut dengan Internet. Internet merupakan sebuah media atau sarana yang dapat digunakan untuk mencari berbagai informasi maupun data – data yang dibutuhkan dalam waktu yang sangat singkat. Dimana informasi dan data – data tersebut disajikan secara online atau terhubung langsung dengan si pemberi data itu sendiri baik perorangaan maupun kelompok.
Perkembangan teknologi informasi dengan menggunakan media internet, tentunya membawa berbagai perubahan khsusnya dalam penyampaian informasi, yang semula hanya dapat diakses oleh masyarakat secara tidak langsung, kini dengan adanya kemajuan teknologi informasi, maka masyarakat dapat mengakses segala informasi yang dibutuhkannya secara langsung dan cepat. Salah satu media informasi yang sampai saat ini tetap eksis adalah koran atau surat kabar, namun dengan adanya perkembangan teknologi informasi, maka koran atau surat kabar tersebut dapat diakses melalui internet, yang disebut dengan e-paper atau electronic paper, atau lazimnya disebut dengan koran digital yang pada saat ini sedang menjadi trend bagi para penikmat teknologi informasi.
Saat ini hampir semua media marak menggunakan e-paper. Hadirnya era elektronik, ternyata membawa dampak yang signifikan bagi perkembangan media. Media cetak: buku dan majalah Dalam penerbitan media cetak, hadirnya teknologi ternyata mempermudah kerja editorial media cetak. Dengan software yang banyak tersedia di pasaran, penerbit hanya perlu memindah-mindahkan teks sesuai dengan letak yang diinginkan. Belakangan ini, internet bahkan memegang peranan penting dalam dunia penerbitan. Hadirnya internet, membuat kedudukan koran berubah. Koran yang tadinya merupakan barang mewah karena harus dibeli setiap hari dengan harga tertentu, kini dapat dimiliki oleh siapa pun, kapanpun, dan dimana pun selama ia medapatkan akses internet. Kantor berita yang sebelumnya hanya menyediakan koran dalam bentuk cetak, kini mereka memiliki format tambahan lainnya dalam menyajikan berita digital.

1.2 Identifikasi Masalah
Perkembangan koran digital atau e-paper pada saat ini tentunya telah mengalami perkembangan yang cukup pesat di Indonesia. Hal ini didasari karena kebutuhan masyarakat yang telah terbiasa menggunakan koran cetak sebagai media informasi dalam kehidupan sehari – hari, kini mulai beralih menggunakan koran digital karena lebih mudah, cepat, serta lebih efektif dan efisien seiring dengan perkembangan teknologi informasi dengan media internet. Pesatnya perkembangan koran digital ini, tentunya juga didasari karena beberapa hal, diantaranya yaitu tampilan atau display yang menarik dan interaktif sehingga menarik minat pembaca, serta memberikan keutungan lebih bagi pemasang iklan karena dapat mempromosikan produk maupun jasanya secara online melalui kontrak bisnis dengan pemilik koran.

1.3 Pembatasan Permasalahan
Berdasarkan uraian diatas bahwa, maka pada penelitian ini batasan masalah yang diteliti adalah:
1. Pengenalan secara umum tentang teknologi informasi dan internet
2. Pengenalan tentang koran digital atau e-paper dan koran cetak, kebaikan serta kekurangannya.
3. Perspektif masyarakat terhadap trend perpindahan Koran cetak ke Koran digital

1.4 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang dan identifikasi masalah serta pembatasan masalah yang telah disampikan diatas, maka rumusan masalah yang dapat disampikan sebagai berikut “ Bagaimana penilaian masyarakat terhadap perkembangan koran digital?”

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dilakukannya penelitian adalah dapat disampikan sebagai berikut :
1. Tujuan Umum
Adapun tujuan umum dari penelitian ini dapat disampaikan sebagai berikut :
a. Untuk memenuhi syarat pemilihan mahasiswa berprestasi yang diselenggarakan oleh Kopertis Wilayah VIII Tahun 2010.
b. Untuk dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang selama ini diperoleh di bangku kuliah dan membandingkan dengan kondisi nyata yang ada.

2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penelitian ini dapat disampikan sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui apa kebaikan dan keburukan anatara koran gital atau e-paper dengan koran cetak.
b. Untuk mengetahui bagaimana perkembangan koran digital
c. Untuk mengetahui bagaimana perspektif masyarakat terhadap perkembangan koran digital.

1.6 Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat terhadap mahasiswa, perusahaan dan juga bagi peruguran tinggi Universitas Mahendradatta secara umum. Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini dapat disampikan sebagai berikut:
1. Bagi Mahasiswa
Penelitian ini diharapkan dapat melatih cara berpikir logis, struktural, dan dapat bertidak secara lebih objektif terhadap masalah yang dihadapi, juga memberi kesempatan untuk dapat melatih ketrampilan dan menerapkan teori yang telah didapat di bangku kuliah dengan kenyataan yang ada di lapangan.
2. Bagi Masyarakat Umum
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi masyarakat umum, khusunya yang berkecimpung dalam dunia penjualan dan pemasaran koran digital atau e-paper dan koran cetak.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Koran Cetak
Koran (dari bahasa Belanda: Krant, dari bahasa Perancis courant) atau surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas koran, yang berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik. Topiknya bisa berupa even politik, kriminalitas, olahraga, tajuk rencana, cuaca. Surat kabar juga biasa berisi kartun, TTS dan hiburan lainnya. Sebelum ada surat kabar, hadir lebih dulu newsletters. Koran pertama dikembangkan secara tidak teratur di Belanda, Inggris dan Prancis (1618-1648). Lembaran berita ini disebut corantos, yang secara bertahap digantikan laporan harian atau diurnos. Pada saat itu, tidak ada yang namanya kebebasan pers. Pencetakan koran dan material lainnya harus menggunakan ijin dan yang mengeluarkannya dapat mengontrol isi.
Untuk menjalankan fungsi politik, pandangan-pandangan mengenai hal itu harus tersirkulasikan sebaik keberagaman media ini. Caranya, dengan menjual surat kabar yang murah agar bisa menjangkau audiens yang luas. Koran murah pertama kali diluncurkan Benjamin Day, 1833. Koran yang bernama “New York Sun”, hanya dijual satu penny, yang kemudian dikenal dengan “Koran Penny”. Untuk bisa dijual pada harga itu, Day tidak hanya bergantung pada iklan semata, namun juga dengan meningkatkan oplah penjualan. Pembaca koran meningkat ketika terjadi Perang Sipil (1861-1865) karena orang-orang ingin mengetahui perkembangan terakhir mengenai konflik yang terjadi. Setelah masa perang, hadirlah era baru dunia jurnalistik, jurnalisme investigasi. Era baru ini menjadikan surat kabar lebih hidup, lancang, sadar diri, tidak sabar dan penuh sensasi.
Perkembangan surat kabar di Indonesia sejak pertama kali surat kabar terbit di Batavia 1744, pers Indonesia tidak pernah lepas dari pengekangan. Karena itulah kemudian muncul istilah “pers perjuangan” sebagai media untuk melawan penjajahan. Mengetahui hal itu, pemerintah kolonial Belanda mengharuskan adanya surat izin atau sensor atas penerbitan pers di Batavia, Semarang dan Surabaya. Sejak itu pula, pendapat tentang kebebasan pers terbelah. Satu pihak menolak adanya surat ijin terbit, sensor dan pembredelan, namun di pihak lain mengatakan bahwa kontrol terhadap pers perlu dilakukan.
Meski telah dihapus dengan UU No 23/1954, pers Indonesia tidak berarti terbebas dari pemasungan. Seperti dikatakan Presiden saat itu, Soekarno, saat melantik Dewan Pengawas dan Dewan Pimpinan Kantor Berita Antara 15 Oktober 1952. “Saya tidak menginginkan siaran berita yang obyektif, tetapi jelas memihak pada revolusi kita dan menghantam musuh-musuh revolusi.” Karena itu, pers yang bermusuhan dengan revolusi harus dilenyapkan. Sehingga tidak heran, tindakan, tuduhan dan pembredelan pers terjadi berkali-kali.
Seperti pada tahun 1952, telah diambil tindakan bredel terhadap dua surat kabar, Merdeka dan Berita Indonesia, dan 12 tuduhan lainnya terhadap pers. Tuduhan pelanggaran dengan jumlah yang sama juga terjadi di tahun 1953. Pada tahun 1954 hanya terjadi 8 tindakan kemudian meningkat lagi pada tahun 1955 dengan 13 tindakan dan 32 tindakan pada tahun 1956.
Terparah, ketika pada tanggal 14 Maret 1957 saat Indonesia dinyatakan dalam keadaan darurat perang (SOB-Staat van Orlog en Beleg). Pada masa itu, terjadi 125 tindakan terhadap pers, termasuk di dalamnya penutupan tiga kantor berita, pembredelan 10 surat kabar dan penahanan tujuh wartawan.
Pers otoriter juga dikembangkan pemerintahan Orde Baru. Pembredelan, sensor dan perlunya surat izin terbit yang secara resmi dilarang UU Pokok Pers (pasal 4 dan 8 ayat 2), dengan Permenpen 01/1984 pasal 33h yang menghadirkan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP), melestarikan kekangan terhadap pers. Sebab dengan definisi “pers yang bebas dan bertanggung jawab”, SIUPP merupakan lembaga yang menerbitkan pers dan pembredelan. Terjadinya pembredelan Tempo, Detik, Editor pada 21 Juni 1994, mengisyaratkan ketidakmampuan sistem hukum pers mengembangkan konsep pers yang bebas dan bertanggung jawab secara hukum. Sejarah ketiga media tersebut mengikuti sejarah Fokus, Sinar Harapan, Prioritas dan Monitor, yang semuanya dibredel tanpa proses pengadilan.
Perubahan kekuasaan pada tahun 1998, dari Orde Baru ke Orde Reformasi, membuat pers menemukan kemerdekaanya. Yaitu, ketika Menteri Penerangan saat itu, Yunus Yosfiah, mencabut pemberlakuan SIUPP. Menurut Yunus, kebebasan pers adalah satu pengejawantahan dari keikutsertaan warga negara dalam melaksanakan kekuasaan negara. Ini berarti bahwa kebebasan pers merupakan bagian dari konsep demokrasi bahkan merupakan salah satu unsur fundamental.
Sejak titik balik itulah, pers Indonesia dapat mengabarkan berita secara transparan tanpa kekhawatiran SIUPP yang akan dicabut. Tidak perlu takut lagi untuk menampilkan tokoh-tokoh kontroversial yang menggugat maupun berseberangan dengan pemerintah. Begitu juga, tidak perlu ragu lagi untuk menyajikan berita atau laporan-laporan yang sebelumnya dinilai beresiko. Dengan dihapuskannya lembaga SIUPP, beberapa media yang sempat ‘mati’, kini pun hidup kembali. Seperti Majalah Berita Mingguan Tempo dan surat kabar Sinar Harapan. Kalaupun tidak menghidupkan yang ‘mati’, dengan segala kemudahan implikasinya kini mudah ditemui suratkabat, majalah, berita radio dan televisi maupun situs berita online baru.
Mengikuti trend pengantaran media saat ini, Indonesia tidak ketinggalan dalam hal itu. Sebut saja dalam hal cetak jarak jauh, maupun penggunaan internet. Beberapa surat kabar seperti Kompas, Media Indonesia, Republika, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Sinar Harapan, Bisnis Indonesia dan banyak lagi lainnya, telah dapat dibaca lewat layar monitor komputer. Tidak hanya yang berbasis koran atau majalah, media yang yang langsung menghuni jaringan maya ini pun ada, sebut saja seperti Detik.com, Kompas.com, Okezone.com, vivanews.com dan lain-lain.

2.2 Koran Digital atau e-paper
Perkembangan koran digital atau e-paper pda saat ini dirasakan sangat mengancam kelangsungan penjualan koran – koran cetak yang sampai saat ini masih menjadi pilihan utama bagi beberapa orang. Hal ini didasari karena koran digital dianggap dapat merebut pangsa pasar yang selama ini dkuasai oleh koran – koran cetak. Sehingga pada nantinya sanagt dikhawatirkan bahwa koran cetak akan ditinggalkan oleh pembacanya yang telah beralih kepada koran digital.
Koran digital berkembang pesat sejalan dengan berkembangnya internet yang mulai dipopulerkan pada tahun 1982. Koran digital muncul sebagai bentuk perkembangan teknologi komunikasi dan sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang membutuhkan persebaran informasi yang cepat, mudah, dan instan. Koran digital atau e-paper dapat diartikan termasuk ke dalam media yang dimengerti sebagai sarana komunikasi seperti pers, media, media penyiaran (broadcasting) dan sinema yang merujuk pada berbagai institusi atau bisnis yang berkomunikasi dengan para pembaca
Koran digital ini merupakan koran yang dapat diakses melalui media elektronik seperti komputer atau telepon selular yang memiliki fitur khusus. Karena perkembangan teknologi, koran yang tadinya berbentuk cetak surat kabar kini tak lagi berbentuk fisik melainkan berbentuk digital atau elektronik. Dalam hal inilah koran mengalami proses digitalisasi dan sudah banyak media massa yang mengembangkan teknologi koran digital ini dan membuat bentuk online dari koran cetak.
Koran digital berisi pesan-pesan atau berita untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai hal aktual atau yang baru saja terjadi. Prinsipnya sama seperti media cetak namun dikategorikan ke dalam media elektronik karena proses bekerjanya berdasar pada prinsip elektronik dan eletromagnetis. Contoh dari media elektronik antara lain televisi, radio, internet). Edisi online dari sebuah koran ini memiliki reputasi yang tak kalah dengan koran edisi cetak karena berbagai macam user dapat mengakses koran digital ini dan semakin banyaknya pemasang iklan yang terdapat di website.
Naskah koran yang diterbitkan di internet merupakan hal biasa pada saat ini. Namun, menyaksikan koran dalam tampilan cetaknya di dunia maya secara utuh halaman per halaman adalah hal baru. Inilah yang disebut koran digital (epaper). Koran digital ini mengadopsi Portable Document Format (PDF) yang dikembangkan Adobe System 1, sehingga tampilannya sama persis dengan versi cetak. Bedanya, Koran digital hanya bisa diakses melalui internet dengan alamat yang sudah disesuaikan oleh masing – masing pengusaha koran digital. Perusahaan yang menangani digitalisasi Koran ini di indonesia sebagian besar dilakukan oleh Softpress.
Koran digital yang dihadirkan melalui internet akan mengikuti nature media online yang bersifat interaktif dan partisipatif. Ini pulalah keuntungan yang ditawarkan koran digital ke depan, yakni interaktif dan partisipatif dalam bentuk konten yang beragam. sehingga memudahkan pembaca memperoleh informasi. Antara lain fitur thumbnail yang menampilkan preview semua halaman, kirim ke teman lewat email, fitur cetak halaman hingga fitur pencarian berdasarkan keyword di semua halaman.2 Lebih dari itu, pembaca juga dapat melakukan pencarian tidak hanya di satu edisi saja tapi di seluruh arsip Kontan digital.

2.3 Teknologi Informasi
Teknologi informasi sebagai bagian dari Imu Pengetahuan dan Teknologi atau IPTEK, yang secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan atau akuisisi, pengolahan, penyimpanan, penyebaran dan penyajian informasi, (Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006:6). Dimana dalam pengertian tersebut diatas, terdapat definisi yang adalah semua perangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi, dan ifrastruktur komputer, maupun komunikasi. Istilah Teknologi Informasi atau TI muncul setelah berpadunya teknologi komputer ( baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya ) dan media informasi yang terjadi pada paruh abad ke-20 ini. Perpaduan kedua hal yang berebeda ini, akhirnya berkembang sangat pesat, jauh melampaui bidang – bidang teknologi lainnya. Bahkan sampai pada awal abad ke-21 ini, diyakini bahwa teknologi informasi ini akan semakin berkembang karena belum akan terlihatnya titik jenuh sampai beberapa abad yang akan datang. Pada tingkat global, teknologi informasi ini telah mempengaruhi sebagian besar atau hampir seluruh bidang kehidupan manusia.
Teknologi informasi menggunakan ilmu pengetahuan sebagai dasarnya. Teknologi informasi merupakan salah satu alat manajer untuk mengatasi perubahan (Laudon dan Laudon, 2006: 14). Definisi TI secara lengkap dinyatakan oleh Martin et al. (2002: 1), yaitu teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi serta teknologi komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan informasi. Definisi TI sangatlah luas dan mencakup semua bentuk teknologi yang digunakan dalam menangkap, manipulasi, mengkomunikasikan, menyajikan, dan menggunakan data yang akan diubah menjadi informasi.
Perkembangan teknologi informasi yang terjadi pada saat ini mencakup perkembangan infrastrukturnya sendiri yang terdiri dari hardware, software, data dan komunikasi. (McNurlin dan Sprague, 2002:11). Menurut Laudon dan Laudon (2006:14 – 15), infrastruktur teknologi informasi terdiri atas komponen hardware, software, storage, serta komunikasi. Beberapa penulis mengklasifikasikan teknologi storage kedalam komponen hardware sehingga komponen dari teknologi informasi hanya terdiri atas hardware, software, dan komunikasi (McLeod dan Schwll, 2004: 101 – 123).

2.4 Internet
Internet merupakan sebuah jaringan antar komputer yang memungkinkan kita untuk berkomunikasi satu dengan lain tanpa mengenal batas-batas institusi, negara, bangsa, ras, & birokrasi. Teknologi yang digunakan untuk membangun internet sebetulnya tidak terlalu sulit bahkan sangat sederhana, sebuah PC 286 yang menjalankan perangkat lunak yang sebagian besar sifatnya gratis (public domain) dengan saluran telepon atau bahkan sebuah pesawat CB / walkie talkie dapat digunakan untuk membangun sebuah jaringan Internet. Peralatan sederhana seperti PC 286 dengan packet radio network telah menjadi awal sejarah perkembangan jaringan Internet di Institut Teknologi Bandung atau ITB di awal tahun 1993. Kunci keberhasilan ITB terletak pada sumber daya manusia yang berdedikasi & bermotivasi tinggi dalam membangun jaringan komputer yang kemudian hari bergabung dalam sebuah Computer Network Research Group (CNRG) ITB (cnrg@itb.ac.id).
Pada gambar di bawah ini terlihat secara garis besar topologi jaringan internet yang telah berkembang di Indonesia hingga bulan Agustus 1997 ini. Dapat dilihat bahwa jaringan Internet di Indonesia saat ini mempunyai paling tidak tiga buah Internet Exchange (IX) utama yang dioperasikan oleh PT.Indosat, PT. Satelindo & PT. Telkom. Dengan didukung oleh keberadaan 40 buah Internet Service Provider (ISP) sebanyak kira-kira 60.000 user Internet di Indonesia mengakses Internet.


Gambar 2.4
Topologi Jaringan Internet Di Indonesia
















BAB III
METODELOGI PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian
Adapun rencana atau susunan langkah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
1. Mengamati bagaimana perkembangan teknologi informasi pada saat ini untuk melihat bagaimana dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
2. Meneliti bagaimana trend koran digital dalam pemasaran koran cetak untuk mengetahu bagaimana dampaknya terhadap tingkat penjualan koran cetak.
3. Untuk membahas permasalahan tersebut, maka penulis mencari data – data yang berkaitan dengan permasalahan tersebut dan membandingkannya dengan teori – teori yang relevan.
4. Untuk mendapatkan data – data tersebut, maka penulis menggunakan metode daftar pertanyaan atau kuisioner dengan mengambil beberapa sampel dengan asumsi telah mewakili keseluruhan populasi dari data yang dibutuhkan.
5. Setelah data – data tersebut diperoleh, kemudian data – data tersebut diolah sedemikian rupa dimana teknik yang penulis gunakan adalah teknik analisa data.
6. Dari pengolahan data tersebut diperoleh hasil penelitian yang kemudian ditentukan bagaimana solusi atau cara yang efektif dan efisien untuk mengatasi permasalahan tersebut.
7. Kemudian dapat ditarik kesimpulan yang relevan dengan permasalahan tersebut, guna memberikan saran yang efekti dan efisien sesuai dengan kesimpulan yang didapatkan.



3.2 Populasi dan Sampel
Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna layanan koran digital dan seluruh kios yang menjual koran cetak setiap harinya, sedangkan sampel yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengguna layanan koran digital yang diambil secara acak masing – masing 10 sampel, yang dianggap dapat mewakili populasi tersebut diatas.

3.3 Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini. Ada beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu :
1. Kajian Pusataka yaitu teknik pengumpulan data dengan berdasarkan pada teori – teori yang relevan melalui buku, literatur, internet dan lain – lain.
2. Pengamatan langsung (observasi) yaitu teknik pengumpulan data dimana penulis mengamati langsung perkembangan dan perubahan yang terjadi di lapangan berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian ini.
3. Daftar pertanyaan (kuisioner) yaitu teknik pengumpulan data dimana penulis memilih sampel secara acak dari populasi yang ada dalam penelitian ini, yang kemudian masing – masing sampel tersebut mengisi daftar pertanyaan yang disediakan.

3.4 Teknik Analisa Data
Data – data yang penulis dapatkan melalui teknik – teknik pengumpulan data diatas, selanjutnya dianalisis sehingga bisa diketahui bagaimana penilaian masyarakat terhadap perkembangan koran digital khusunya diwilayah kota Denpasar.

3.5 Lokasi Penelitian dan Jadwal Penelitian
Lokasi penelitian ini mengambil tempat di wilayah kotamadya Denpasar dimana pelaksanaan penelitian ini dimulai 08 – 10 Maret 2010



BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Penelitian
Penelitian ini merupakan sebuah pengamatan dan penyelidikan secara langsung melalui teknik – teknik yang relevan guna mendapatkan hasil yang sesuai dengan permasalahan yang telah tersebut diatas. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan contoh – contoh koran cetak yang telah menggunakan kemajuan teknologi informasi dengan mengadaptasi layanan koran digital diantaranya adalah Harian Bali Post dengan e-balipost, Harian Kompas dengan Kompas.com, Harian Jawa Post dengan Jawapost.com. Jenis – jenis koran tersebut merupakan koran cetak yang memiliki area penjualan di propinsi Bali khususnya di wilayah Kotamadya Denpasar.

4.2 Trend Perpindahan Berita Koran ke Internet
Dalam bisnis penerbitan digital, koran digital biasa disebut e-paper atau electronic paper. Dengan berkembangnya teknologi, kita dapat membaca koran dengan tidak memegang fisiknya alias berwujud digital. Karena saat ini telah banyak koran di Indonesia mengembangkan teknologi Koran Gigital. Cara bacanya sama seperti membaca koran biasa, dan untuk menuju ke halaman berikutnya anda tinggal klik tombok next. Edisi online dari sebuah surat kabar dapat memiliki reputasi yang sama baiknya dengan koran edisi cetak Hal ini terbukti dengan semakin.
Menurut penerbit, pembaca akan lebih mudah mengunduh seluruh edisi koran melalui jaringan internet dan ditampilkan di layar digital. Meski demikian, industri surat kabar masih tetap harus berjuang mempertahankan animo membaca dan perolehan iklan yang cenderung mendapat persaingan ketat dari pesaing-pesaing online. Koran digital, atau sering disebut enewspaper, mendapat manfaat dari dua kecenderungan media saat ini yakni, pertumbuhan iklan online dan persebaran alat-alat portable baru seperti misalnya iPod. Hampir semua koran cetak sekarang ini memiliki versi internet. Namun, hanya segelintir pembaca yang benar-benar memetik manfaat dari teknologi internet ini. banyak user yang mengakses koran online ialah ramainya pemasang iklan di website. Kelebihan koran digital adalah memangkas biaya produksi dan ekspedisi (pengiriman) sampai kira-kira 75 persen dari biaya pengeluaran produksi koran. Sebagian penerbit melihat, teknologi baru ini akan membantu mereka meraih iklan online lebih besar lagi dan tetap terjangkau pembaca di mana pun berada. (www.kompas.com)

4.3 Perbandingan Koran Digital dan Koran Cetak
Pada saat ini dunia tengah dilanda krisis sumber daya alam dimana salah satunya adalah kayu yang merupakan bahan baku pembuatan kertas, sehingga dipercaya masalah konsumsi koran untuk kebutuhan manusia akan menjadi sebuah persoalan yang sangat penting. Hal ini akan memicu terjadinya keterbatasan dalam penyediaan kertas sehingga otomatis akan mempengaruhi naiknya harga kertas dipasaran. Masalah ini kemudian akan menjadi sebuah hal yang cukup menakutkan bagi beberapa tempat penerbitan, karena akan menambah biaya produksinya yang berakibat pada naiknya harga produk dipasaran.
Hadirnya koran digital telah menjadi sebuah solusi baru untuk menghadapi persoalan tersebut diatas. Koran digital ini sendiri lahir sebagai akbat perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Kehadiran koran digital ini telah membawa sebuah perubahan baru dalam hal penerbitan surat kabar yang selama ini dikenal hanya dalam bentuk cetak saja, namun kini telah beralih dalam sebuah bentuk digital yang dapat di akses kapan saja, dengan mudah cepat dan oleh siapa saja yang membutuhkannya.
Koran digital juga memiliki beberapa nilai tambah yang membuat koran digital dapat dijadikan cara utama untuk mengakses informasi secara digital diantaranya yaitu (Thesa Oktalina, 2009) :
1. Sebagai media baru, yaitu perubahan koran cetak menjadi koran digital, akan memberi peluang dan kesempatan memasuki dunia baru dalam bisnis secara online yang disebut dengan New Media atau media baru. Media baru itu, antara lain, berita – berita online, blog, podcast, video streaming dan jejaring sosial. Koran digital ghadir selain dalam bentuk web dan web feed, koran digital juga hadir dalam bentuk mobile yang diakses melalui telepon selular berinternet yang juga bisa diunduh setiap saat. Pada umumnya untuk berlangganan koran digital juga dikenakan biaya namun dengan tarif yang lebih murah jika berlangganan koran cetak.
2. Keuntungan bagi produsen, dengan layanan secara digital dan online koran ini dapat melewati segala bentuk batas geografis. Kehadiran internet yang memudahkan pekerjaan manusia juga memudahkan reporter untuk dapat mengirim berita meskipun pada tempat yang terpencil. Hal ini tentu saja akan mengurangi biaya perjalanan. Kehadiran koran digital juga akan membuat penerbit bisa mengurangi tahap produksi yang mahal dan rumit.
3. Keuntungan bagi konsumen, yaitu terletak pada kemudahan yang diberikan oleh layanan koran digital, melalui akses informasi yang dapat dilakukan dengan lebih cepat karena adanya menu pencarian sehingga pembaca dapat menemukan informasi yang diinginkan cukup dengan satu kali klik saja.
Ada beberapa alasan mengapa koran digital muncul dipasaran yaitu :
1. Berpeluang menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Dalam hal ini, koran digital memudahkan para pembacanya untuk mengakses dimanapun dan kapanpun serta semua orang dapat mengaksesnya secara bebas.
2. Adanya fasilitas hyperlink yang memungkinkan satu koran menggabungkan kekayaan informasinya sendiri dengan informasi-informasi lain dalam internet sehingga informasi yang didapat dari koran digital menjadi semakin lengkap dan aktual.
3. Adanya kemampuan multimedia seperti menampilkan grafik, bunyi, dan video klip dalam dokumen digital secara terpadu dan sinkron yang memungkinkan koran-koran di masa datang akan lebih hidup seperti halnya radio dan televisi.
4.4 Kelebihan dan Kekurangan Koran Digital
Adapun kelebihan atau keunggulan dari koran digital dibandingkan koran cetak adalah sebgai berikut :
1. Tampilan lebih menarik karena ditambah dengan gambar bergerak dan iklan. Tidak hanya berupa teks dan tulisan serta tata letak dan desain warna yang lebih banyak dan menarik.
2. Beritanya selalu terbaru. Tidak seperti edisi cetak yang harian atau mingguan. Jika ada berita baru, langsung dapat diunduh dan diunggah sehingga peristiwa yang disajikan semakin aktual.
3. Kemudahan memilih berita mana saja yang akan dibaca. Dengan koran digital akan sangat mudah untuk memilih berita karena semua terpampang di halaman pertama melalui menu preview semua halamannya. Selain itu, artikel yang bisa dibaca menjadi lebih banyak karena mampu diakses sekaligus dalam satu kurun waktu yang sama.
4. Cepat dan bisa disimpan. Tak perlu bersusah membolak-balik karena bisa memilih-milih artikel yang hendak dibaca serta waktu yang lebih singkat untuk membaca koran ini karena mampu mengakses artikel sekaligus dalam satu kurun waktu yang sama. Selain itu, artikel yang penting bisa disimpan dengan cara mengunduh atau dalam format PDF.
5. Tanpa kertas. Sesuai dengan isu pemanasan global saat ini, koran digital memberikan warna bagi gerakan baru untuk menghemat penggunaan kertas dan percetakan. Dengan munculnya koran digital, konten-konten dari sebuah koran dapat langsung diunggah sehingga mengurangi penggunaan kertas dalam proses percetakan yang biasa dipakai oleh media cetak. Ancaman ketersediaan kertas yang semakin menipis semakin berkurang disamping harga kertas yang semakin mahal dan ketersediaanya yang semakin menipis.
6. Memangkas biaya produksi dan pengiriman yang mencapai angka 75 persen dari biaya pengeluaran produksi seluruhnya. Sebagian penerbit melihat inovasi teknologi ini akan membantu mereka meraih iklan online lebih besar lagi dan tetap menjangkau para pembacanya.
7. Praktis dan mudah di dapat di manapun dan kapanpun karena akses koran digital tidak terbatas dengan berkembangnya teknologi internet. Penyimpanan koran digital pun tidak memerlukan sebuah ruang atau tempat yang luas.
Selain kelebihan yang dimiliki, koran digital juga memiliki beberapa kekurangan diantaranya yaitu :
1. Keterbatasan sasaran pasar. Target yang dituju hanya pada kalangan menengah ke atas yang mempunyai fasilitas internet dan mempunyai handphone yang memiliki kanal GPRS. Atau di kalangan para pebisnis dan wirausahawan yang memiliki komputer pribadi atau komputer jinjing yang bisa mengakses layanan internet melalui wifi atau modem internet.
2. Dijadikan lahan bisnis media dan komersil. Terutama karena adanya iklan-iklan bergerak dan video yang hanya mampu diakses menggunakan teknologi Flash dan hanya beberapa pihak saja yang ahli membuat gambar bergerak ini di Indonesia.
3. Loading masih memerlukan waktu yang lama karena kemampuan koneksi internet di Indonesia masih lamban. Kecepatan internet di Indonesia masih jauh dibawah Korea Selatan, Hongkong, China, Singapura dan Jepang yang sudah mencapai angka 16.00 Mbps dan hanya memerlukan waktu sepersekian detik untuk mengakses internet daripada di Indonesia yang masih menghabiskan waktu hingga belasan bahkan puluhan detik dengan kecepatan yang hanya mencapai ratusan kbps saja.
4. Mahalnya biaya internet di Indonesia yang mencapai 17 kali lebih mahal daripada di negara Jepang. Dengan kecepatan yang hanya 256 kbps, para pengguna internet di Indonesia harus membayar sekitar ratusan ribu rupiah per bulan dengan asumsi kuota internet tak terbatas. Selain itu, para pembaca yang mengakses Koran Digital ini melalui telepon genggam mereka menghadapi tagihan biaya yang sama mahalnya karena harga paket yang ditawarkan oleh provider handphone untuk mengakses internet masih relatif mahal.



4.5 Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada beberapa pengguna Koran digital dapat ditarik sebanyak 10 sampel dari masing – masing populasi diatas, yang kemudian diolah menjadi sebuah data table hasil penelitian yang dijelaskan sebagai berikut :
Tabel
Data Hasil Penelitian ( Kuisioner )
No Koran Digital
Ketertarikan (%) Penilaian (tampilan,isi berita ) Intensitas Penggunaannya (per minggu) Jenis yg digunakan
1 70% 75 Tidak tentu Balipost.com
2 65% 75 2x Balipost.com, Kompas.com
3 70% 80 Tiap hari Jawapost.com, Tempo.com
4 70% 75 Tiap hari Jawapost.com
5 85% 70 4x Balipost.com
6 80% 70 5x Balipost.com
7 60% 65 3x Jawapost.com, balipost.com
8 60% 60 Tiap hari Tempo.com, balipost.com
9 90% 85 Tiap hari Balipost.com, Sindo.com, Tempo.com, Kompas.com
10 70% 70 Tidak tentu Balipost.com
Total 72% 72.5 - -

Berdasarkan data tabel penelitian diatas, dapat dilihat bahwa ketertarikan masyarakat untuk menggunakan Koran digital adalah sebesar 72% dengan kategori Sangat Tertarik, serta dari tabel penelitian diatas dapat dilihat bahwa penilaian masyarakat terhadap layanan Koran digital dengan rata – rata nilai sebesar 72.5 dengan kategori Baik. Jenis – jenis Koran digital yang digunakan oleh masyarakat juga dapat dilihat dari tabel diatas dimana sebagaian besar masayarakat menggunakan layanan Balipost.com, Jawapost.com, Kompas.com dan Tempo.com sebagai akses Koran digitalnya.
Hal ini tentu saja menjadi sebuah indikator bahwa sebagian masyarakat khususnya dikota Denpasar telah memiliki ketertarikan yang sangat besar dan penilaian yang baik terhadap Koran digital karena berbagai alasan diantaranya yaitu mudah diakses, bisa memilih berita yang diinginkan, tampilan yang menarik, dan berbagai alasan lainnya.











BAB IV
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Pembahasan yang dilakukan pada bab sebelumnya dapat diambil beberapa kesimpulan :
1. Bahwa perkembangan koran digital sudah cukup pesat dengan semakin berkembangnya teknologi informasi yang ada pada saat ini. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya akses layanan koran digital yang disediakan oleh pihak – pihak produsen sehingga masyarakat dapat memilih untuk menggunakan layanan koran digital yang diinginkan.
2. Bahwa tingkat ketertarikan dan penilaian masyarakat terhadap perkembangan koran digital sudah sangat baik yang bisa dilihat melalui tabel pembahasan pada bab sebelumnya yaitu dengan persentase ketertarikan sebesar 75% dan penilaian sebesar 72.5.

5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis dapat memberikan saran – saran yaitu :
1. Perkembangan Koran digital harus terus ditingkatkan dan lebih disosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat bisa mengikuti perkembangan teknologi informasi yang semakin maju pada era saat ini.
2. Perlu adanya peningkatan kualitas dari setiap penyedia layanan koran digital baik dari segi tampilan, isi berita, dan lain – lain sehingga penilaian masyarakat akan semakin baik dan menjadi semakin tertarik untuk menggunakan layanan koran digital .

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Macys Printable Coupons