Showing posts with label BAHASA DAN SASTRA INDONESIA. Show all posts
Showing posts with label BAHASA DAN SASTRA INDONESIA. Show all posts

Lomba Menulis Esai "Guruku, Inspirasi Masa Kini"

https://tautankata.files.wordpress.com/2015/11/essay-comp.jpg


KETENTUAN LOMBA
1. Tema : “GURUKU, INSPIRASI MASA KINI”

2. Peserta adalah pelajar dari SMA/ SMK sederajat (dibuktikan dengan kartu pelajar yang masih berlaku)

3. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar, diketik di kertas A4, Font Times New Roman (12), 1,5 spasi, Format Justify Margin Atas : 4 cm, Kiri : 4 cm, Bawah : 3 cm, Kanan : 3 cm,
Khusus untuk judul naskah dengan format “Center”, Times New Roman (14)

4. Panjang naskah maksimal 5 halaman

5. Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan ataupun saduran dari karya orang lain.

6. Naskah belum pernah dipublikasikan baik di media cetak ataupun elektronik.

7. Hak cipta tetap pada penulis, sedangkan semua bentuk publikasi atas naskah menjadi hak Bali Youth Institute.

8. Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran yang dapat diunduh http://tinyurl.com/formesaibyi2015, dan uang pendaftaran sebesar Rp. 15,000,- /naskah ditransfer melalui rek. BRI Cabang Gatot Subroto
No : 098501020872536, a.n. EDY MULYAWAN, atau peserta dapat mengambil langsung formulir dan membayar biaya pendaftaran di kasir Kedai Oneway yang beralamat di Jl. Ratna No. 56 Kota Denpasar (300m sebelah selatan Kampus IHDN Denpasar) *) mohon mengkonfirmasikan bukti transfer ke salah satu contact person dibawah via sms

9. Peserta dapat menyetor maks. 2 (dua) naskah,

10. Naskah dapat dikumpulkan mulai tanggal 1 November 2015 dan selambat-lambatnya pada tanggal 20 November 2015 via email : esaibyi2015@gmail.com atau dapat pula disetor langsung di Kedai Oneway

11. Peserta wajib “Like” Facebook Fanspage Bali Youth Institute dan Kedai One Way

12. 5 (lima) finalis akan dihubungi via telepon untuk jadwal penyerahan hadiah

13. Dewan Juri berasal dari Jurnalis, Bali Youth Institute dan Kedai Oneway

14. Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

15. Naskah yang tidak sesuai dengan ketentuan No. 3 dan 4 tidak akan memasuki tahap penilaian berikutnya.

16. Penilaian isi naskah meliputi :
a. Keselarasan isi dan tema
b. Tata bahasa dan kaidah baku penulisan
c. Orisinalitas
d. Kreatifitas pengembangan tulisan

17. HADIAH untuk para Juara :
JUARA I Uang Tunai Rp. 750.000,- Piagam dan Goodie Bag
JUARA II Uang Tunai Rp. 500.000,- Piagam dan Goodie Bag
Juara III Uang Tunai Rp. 250.000,- Piagam dan Goodie Bag

Harapan I & II Piagam dan Goodie Bag
Seluruh Peserta Piagam dan Voucher Diskon di Kedai Oneway

Mengganti Nama Alamat Subdomain (gratis) Wordpress Ternyata Tak Sulit

Pengalaman ini mungkin juga pernah dialami oleh beberapa teman blogger. Cukup susah untuk mencari nama subdomain yang unik dan sesuai keinginan. Bagi saya sendiri, ide untuk mengganti nama subdomain wordpress sebenarnya untuk mempermudah orang lain mengingat. Maklum saat pertama kali belajar membuat blog, nama subdomain yang saya gunakan dulu agak rumit. Walaupun gratisan, tetap saja kita ingin membuat konsep blog yang unik dan mudah diingat. Kalo sudah konsepnya jelas, tentu kita akan semangat menulis. Bukan begitu?

Banyaknya Nama Subdomain Wordpress yang Terlantar.
Nah..kadang kala nama yang kita pikirkan mungkin saja sudah digunakan oleh blogger lain. Yah bahasa singkatnya, "siapa cepat, dia dapat". Kalau domain itu memang aktif dan digunakan secara berkelanjutkan alias rajin diperbaharui oleh sih tidak apa-apa. Yang membuat saya beberapa kali kecewa, ya karena ada beberapa nama subdomain unik yang sempat nyangkut dipikiran, tapi justru sudah "diterlantarkan" oleh sang pemilik.

Kalau dihitung-hitung, mungkin ada lebih dari sepuluh subdomain yang saya coba dan hanya berisi satu dua tulisan. Padahal nama itu mudah untuk diingat. Tapi mau bagaimana lagi. Toh saya tidak bisa berbuat banyak untuk itu. Apalagi subdomain gratis yang disediakan wordpress tidak mengenal batas kadaluarsa alias "never expire". Akhirnya, saya memilih untuk mencoba dan terus mencoba beberapa nama lain yang tersedia. Banyak bersabar dan terus mencari... paling tidak dituntut kreativitas dan imajinasi teman-teman untuk mencari nama subdomain yang beda dari yang lain, namun mudah untuk diingat.

Saya sempat beberapa bulan vakum dan jarang memperbaharui tulisan di blog. Entah karena bosan atau memang tidak ada inspirasi untuk menulis. Sempat terlintas keinginan untuk membuat blog baru dengan konsep yang berbeda. Tapi memang dasar saya yang kurang teliti. Saat hendak menutup blog ini, saya justru diberi pilihan untuk benar-benar menutup (baca : menghapus) blog atau hanya sekedar mengganti nama subdomain."Lah kenapa tidak dari tadi!" (mengerutu sendiri campur senang ditambah semangat!)
kemudian saya ikuti tahapan untuk mengganti nama subdomain blog :

* login ke admin wordpress
* buka dasbor, pilih blog ku
* klik pilihan "change blog address"
* ketikkan nama subdomain baru yang akan digunakan
* isi tanda centang pada kotak yang menunjukkan bahwa anda benar-benar ingin merubah nama subdomain
* nama subdomain anda telah terganti.

atau untuk lebih lengkapnya anda bisa mengikuti tutorial yang sudah disediakan oleh wordpress.
Mengganti nama alamat subdomain gratis wordpress

Akhirnya saya hanya mengikuti pilihan untuk mengganti nama subdomain baru dengan catatan subdomain lama sudah tidak bisa digunakan lagi. Tak apalah, saya anggap blog ini lahir kembali...

Ulang Tahun Ke-3 BBC yang Begitu Menginspirasi...


Gambar : oleh Deni "Dental dieyoung"

Hari ini 14 November 2010 bisa jadi salah satu hari yang akan sulit dilupakan. Saat aku memaksakan diri membuka mata dan jam di dinding kamar sudah berada di angka delapan. Maklum, beberapa jam sebelumnya aku masih harus menyelesaikan beberapa video yang harus aku edit. Toh akhirnya aku beranjak perlahan dan mengerahkan semua semangatku pagi tadi.

Persiapan Sederhana dan Siap Berangkat.! Dengan tas berisi buku dan botol air minum yang sudah ada di punggung, menuju sisi selatan lapangan renon yang seperti hari-hari minggu sebelumnya diramaikan dengan orang yang asyik bersepeda. Sial bagiku, ketika parkir motor yang cukup jauh dari titik yang kutuju. Tak apalah. Berjalan pagi dan mengeluarkan sedikit keringat di kala mata masih sedikit berat rasanya baik, pikirku. Apalagi, tidak sulit bagiku untuk menemukan titik yang kucari.

Beberapa spanduk bertuliskan Berbagi Tak Pernah Rugi - Bali Bloger Community sudah terpasang di sisi lapangan. Vokal penyanyi dibarengi latar belakang suara genset cukup meramaikan pagi itu. Ditambah suara gus tulank yang sudah membawa megaphone sembari menawarkan beberapa barang bekas dan mengajak para blogger untuk menyumbangkan darahnya. Ya. inilah acara yang sudah ingin kudatangi sejak beberapa hari lalu. ULTAH KE-3 Bali Blogger Community.

Kedatanganku dalam acara ini bukan karena aku adalah anggota di milis BBC, melainkan keinginanku untuk mengenal lebih banyak dan melihat apa yang sesungguhnya blogger lakukan selain di depan monitor. Yah, walaupun sebelumnya sudah ada beberapa sosok yang ku ketahui dalam komunitas blogger bali. Dalam benakku, Mengenal dan belajar lebih banyak bukanlah sesuatu yang salah.

Semuanya pun berjalan sesuai harapan. Meski dengan sedikit salting karena harus beradaptasi, aku akhirnya terlarut dalam kebersamaan itu. Melihat bagaimana mereka saling tertawa, dan bekerjasama dalam mensukseskan acara. Belum lagi keinginan kuat dari teman-teman untuk menyumbang untuk korban bencana di Merapi dan Mentawai. Semua berjalan begitu alamiah tanpa beban dan paksaan.

Perlahan, aku mulai mengetahui siapa saja blogger Bali yang selama ini aktif di milis. Meskipun tidak sempat berkenalan secara langsung, tapi sapaan satu sama lain sudah membuatku tau siapa mereka. Beruntung, perkenalan anggota mampu membantuku mengenal nama satu per satu anggota yang datang pagi itu.

Pandanganku pun tak lepas dari tiap sudut tempat itu, melihat bagaimana mereka berinteraksi, serta mendengar apa yang menjadi bahan pembicaraan. Maklum, blog adalah sesuatu yang baru bagiku. meskipun sudah berumur beberapa bulan, blog ini masih harus terus dikembangkan. Domain pribadi pun belum sempat ku wujudkan. semoga saja setelah melihat keseriusan para blogger bali,aku semakin terpacu untuk merealisasikan keinginanku itu.

Kembali ke acara Ulang Tahun BBC. Puncak Kebersamaan para blogger yang berdurasi kurang lebih 6 jam itu ditandai dengan pemotongan kue dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Penampilan solo dari Dadang, sang Vokalis Dialog Dini Hari, melengkapi semarak acara Ulang Tahun Ke-3 BBC. Ulang tahun pertama yang aku ikuti.

Kepulanganku dari acara itu akhirnya diikuti dengan banyak inspirasi. Kebersamaan, pengetahuan dan tentunya kawan-kawan baru. Bli Tamba dan beberapa nama lain yang akan sering ku kunjungi di dunia maya. Mereka yang menimati hidupnya dengan caranya sendiri. Membagi pengalaman dan pengetahuannya lewat tulisan. Menuangkan ide-ide dan pemikiran lewat blog. Selamat Ulang Tahun kawan-kawan BBC, Terima kasih untuk semua inspirasi yang sudah kalian bagikan hari ini..(^_^)

3rd WORKSHOP YOUTH CHALLANGES AND EMPOWERMENT : Acara buat para pemudayang Indonesia bangetzzz...

Salam Indonesia...(^_^)../
Hm...mungkin tulisan kali ini tidak seberat seperti yang sudah-sudah...
yups..tulisan ini hanya untuk menggambarkan sedikit pengalaman yang sudah daku dapatkan setelah mengikuti workshop pemuda yang diadakan oleh Yayasan Anand Ashram bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Bali...bagaimana sejarah itu tercipta?? cekidot....


Pagi itu, 12 Agustus 2010...
Hujan sudah membasahi seputaran kota Denpasar sejak dini hari. Hujan itu masih berlangsung saat waktu sudah menunjukkan pukul 8.00, ketika aku sudah harus bersiap untuk meluncur ke tempat tujuanku..Gedung Nari Graha, Renon. Hari itu memang hari yang sengaja daku luangkan. Setelah mendapat undangan dari panitia, tidak butuh lama bagiku untuk mengatakan 'Iya,daku akan hadir". (meski harus melawan hujan badai sekalipun.lebay mode :on)

cerita pun berlanjut ketika daku harus benar-benar melawan hujan untuk sampai disana. Dengan sepatu yang akhirnya sedikit basah daku beranjak perlahan menuju meja registrasi. Ternyata disana juga sudah ada teman satu kampus yang mengikuti acara itu. Beruntung, tidak ada antrean padat saat itu, dan kurang dari lima menit, daku pun berhasil mendapatkan sebuah T-Shirt dan satu buku Anand Krishna.
Setelah mengganti baju, daku masuk ke dalam gedung tempat acara berlangsung. Belum terlalu banyak memang. Sekilas daku meilihat acara ini didominasi anak - anak SMA. ku tau itu lewat celana dan rok abu-abu yang mereka kenakan. Ternyata dugaanku tidak cukup tepat. setelah acara dimulai dan diikuti beberapa sambutan dari Kepala bidang Pendidikan Pemuda dan Olahraga, serta Direktur yayasan anand asrham daku baru sadar ternyata ada pula beberapa anak kuliahan yang datang kesana...



acara workshop sendiri berlangsung SANGAT MENARIK...selain materi yang santai dari ketiga narasumber yaitu mbak cica, Bli EDY (untung bukan Edy Mulyawan..hehe), serta latihan taruna yoga dari mbak Debie Sutopo, acara itu diselingi dengan beberapa lagu yang dibawakan oleh beberapa vokalis manis di atas panggung..(beruntung saat itu daku duduk di depan jadi tidak sedikit pun ada rasa ngantuk, apalagi ketika melihat manisnya wajah-wajah para penyanyi tadi..wkwkw)... Lebih tidak ngantuk laghi ketika daku bersama peserta lain disuguhi kue nagasari dan makan siang .meski sederhana..tapi cukup mengusir rasa lapar yang sempat menggangguku saat latihan yoga berlangsung..wkwkw



saat sesi diskusi, tidak banyak pertanyaan yang diajukan para peserta "hanya" tujuh (hm..tujuh bukannya sudah banyak ya? kok pake "hanya"..wkkww). bli Edy pun mengatakan bahwa beberapa pertanyaan dari peserta wayah (berat : bahasa bali-red). dan cukup beruntung daku bisa menjadi salah satu dari tujuh orang tadi. Meski tidak berlangsung lama workshop pun akhirnya ditutup dengan acara foto bersama seluruh peserta...hm...kok cepet banget ya rasanya???



Yups..meskipun terasa cepat, acara 3rd WORKSHOP YOUTH CHALLANGES AND EMPOWERMENT benar-benar manjadi sebuah acara yang cukup berkesan bagiku. Selain karena ada banyaknya perserta yang menghadiri acara ini, ada banyak pengalaman menarik yang daku dapatkan. Daku bisa lebih mengenali diri sendiri, menumbuhkan motivasi dan percaya diri dan yang pasti menambah kecintaanku terhadap INDONESIA.. apalagi dalam beberapa kesempatan sebelumnya daku juga sudah pernah bertemu dengan beberapa panitia workshop yang membuatku semakin menikmati acara ini.
Daku belum tau bagaimana kesan peserta lain mengenai acara ini, namun yang pasti acara ini benar-benar berguna untuk para pemuda dan tentunya INDONESIA bangetzz...
Terima kasih untuk Bapak Anand Krishna dan Teman-teman lain yang sudah memberi kesempatan kami untuk jadi bagian dari acara ini. semoga akan ada acara serupa di waktu mendatang sehingga lebih banyak pemuda yang sadar dengan potensinya dan bisa memberdayakan dirinya untuk memajukan INDONESIA...(^_^)..
Sekian,,,terima kasih,,,
SALAM INDONESIA...

Sejarah Mencatat - 20 Mei




Tanggal 20 Mei merupakan hari yang cukup bersejarah bagi bangsa Indonesia. Setidaknya orang - orang mengenal hari ini sebagai hari kebangkitan nasional, tapi selain itu sesungguhnya ada peristiwa - peristiwa lain yang pernah tercatat oleh sejarah Indonesia pada tanggal ini..apa saja itu??

1. Didirikannya organisasi Boedi Utomo
Budi Utomo lahir dari inspirasi yang dikemukakan oleh Wahidin Soedirohoesodo disaat beliau sedang berkeliling ke setiap sekolah untuk menyebarkan beasiswa, salah satunya STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen). Sejak saat itu, mahasiswa STOVIA mulai terbuka pikirannya dan mereka mulai mengadakan pertemuan-pertemuan dan diskusi yang sering dilakukan di perpustakaan STOVIA oleh beberapa mahasiswa, antara lain Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, dan Soeleman. Mereka memikirkan nasib bangsa yang sangat buruk dan selalu dianggap bodoh dan tidak bermartabat oleh bangsa lain (Belanda), serta bagaimana cara memperbaiki keadaan yang amat buruk dan tidak adil itu. Para pejabat pangreh praja (sekarang pamong praja) kebanyakan hanya memikirkan kepentingan sendiri dan jabatan. Dalam praktik mereka pun tampak menindas rakyat dan bangsa sendiri, misalnya dengan menarik pajak sebanyak-banyaknya untuk menyenangkan hati atasan dan para penguasa Belanda.

Para pemuda mahasiswa itu juga menyadari bahwa mereka membutuhkan sebuah organisasi untuk mewadahi mereka, seperti halnya golongan-golongan lain yang mendirikan perkumpulan hanya untuk golongan mereka seperti Tiong Hoa Hwee Koan untuk orang Tionghoa dan Indische Bond untuk orang Indo-Belanda. Pemerintah Hindia Belanda jelas juga tidak bisa diharapkan mau menolong dan memperbaiki nasib rakyat kecil kaum pribumi, bahkan sebaliknya, merekalah yang selama ini menyengsarakan kaum pribumi dengan mengeluarkan peraturan-peraturan yang sangat merugikan rakyat kecil.

Para pemuda itu akhirnya berkesimpulan bahwa merekalah yang harus mengambil prakarsa menolong rakyatnya sendiri. Pada waktu itulah muncul gagasan Soetomo untuk mendirikan sebuah perkumpulan yang akan mempersatukan semua orang Jawa, Sunda, dan Madura yang diharapkan bisa dan bersedia memikirkan serta memperbaiki nasib bangsanya. Perkumpulan ini tidak bersifat eksklusif tetapi terbuka untuk siapa saja tanpa melihat kedudukan, kekayaan, atau pendidikannya.

Pada awalnya, para pemuda itu berjuang untuk penduduk yang tinggal di Pulau Jawa dan Madura, yang untuk mudahnya disebut saja suku bangsa Jawa. Mereka mengakui bahwa mereka belum mengetahui nasib, aspirasi, dan keinginan suku-suku bangsa lain di luar Pulau Jawa, terutama Sumatera, Sulawesi, dan Maluku. Apa yang diketahui adalah bahwa Belanda menguasai suatu wilayah yang disebut Hindia (Timur) Belanda (Nederlandsch Oost-Indie), tetapi sejarah penjajahan dan nasib suku-suku bangsa yang ada di wilayah itu bermacam-macam, begitu pula kebudayaannya. Dengan demikian, sekali lagi pada awalnya Budi Utomo memang memusatkan perhatiannya pada penduduk yang mendiami Pulau Jawa dan Madura saja karena, menurut anggapan para pemuda itu, penduduk Pulau Jawa dan Madura terikat oleh kebudayaan yang sama.Pada hari Minggu, 20 Mei 1908, pada pukul sembilan pagi, bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, Soetomo menjelaskan gagasannya. Dia menyatakan bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka. Maka lahirlah Boedi Oetomo. Namun, para pemuda juga menyadari bahwa tugas mereka sebagai mahasiswa kedokteran masih banyak, di samping harus berorganisasi. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa "kaum tua"-lah yang harus memimpin Budi Utomo, sedangkan para pemuda sendiri akan menjadi motor yang akan menggerakkan organisasi itu.

Sepuluh tahun pertama Budi Utomo mengalami beberapa kali pergantian pemimpin organisasi. Kebanyakan memang para pemimpin berasal kalangan "priayi" atau para bangsawan dari kalangan keraton, seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo, bekas Bupati Karanganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman.

2. Meletusnya Gunung Krakatau (1883)
Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.

Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.

Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.

3. Timor Leste Menjadi negara Merdeka (2002)
Republik Demokratik Timor Leste (juga disebut Timor Lorosa'e), yang sebelum merdeka bernama Timor Timur, adalah sebuah negara kecil di sebelah utara Australia dan bagian timur pulau Timor. Selain itu wilayah negara ini juga meliputi pulau Kambing atau Atauro, Jaco, dan enklave Oecussi-Ambeno di Timor Barat.

Sebagai sebuah negara sempalan Indonesia, Timor Leste secara resmi merdeka pada tanggal 20 Mei 2002. Sebelumnya bernama Provinsi Timor Timur, ketika menjadi anggota PBB, mereka memutuskan untuk memakai nama Portugis "Timor Leste" sebagai nama resmi negara mereka.
Kepala Negara Republik Timor Leste adalah seorang presiden, yang dipilih secara langsung dengan dengan masa bakti selama 5 tahun. Meskipun fungsinya hanya seremonial saja, ia juga memiliki hak veto undang-undang. Perdana Menteri dipilih dari pemilihan multi partai dan diangkat/ditunjuk dari partai mayoritas sebuah koalisi mayoritas. Sebagai kepala pemerintahan, Perdana Menteri mengepalai Dewan Menteri atau Kabinet dalam Kabinet Pemerintahan.

Parlemen Timor Leste hanya terdiri dari satu kamar saja dan disebut Parlamento Nacional. Anggotanya dipilih untuk masa jabatan selama lima tahun. Jumlah kursi di parlemen antara 52 dan 65 tetapi saat ini berjumlah 65. Undang-Undang Dasar Timor Leste didasarkan konstitusi Portugal.

Angkatan Bersenjata Timor Leste adalah FALINTIL-FDTL (F-FDTL), sedangkan angkatan kepolisiannya adalah PNTL (Polícia Nacional Timor-Leste).
Sejak kemerdekaan Timor Leste pada tahun 2002, setelah sejak tahun 1999 di bawah pemerintahan transisi PBB, Timor Leste berdasarkan konstitusinya hanya mengakui 2 bahasa nasional yaitu bahasa Tetum dan bahasa Portugis. Di dalam konstitusi disebutkan 2 bahasa yang dijadikan bahasa kerja yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.[1] Dalam praktek keseharian, masyarakat banyak menggunakan bahasa Tetum sebagai bahasa ucap. Sementara bahasa Indonesia banyak dipakai untuk menulis. Misalnya anak sekolah di tingkat SMA masih menggunakan bahasa Indonesia untuk ujian akhir. Banyak mahasiswa dan dosen lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dan menulis karangan ilmiah.

4. Hari Kelahiran Delon Thamrin (1978)
Stanislaus Alexander Liauw Delon Thamrin, lebih dikenal sebagai Delon Thamrin (lahir di Jakarta, 20 Mei 1978; umur 32 tahun) adalah seorang penyanyi Indonesia yang merupakan runner-up Indonesian Idol musim pertama (2004). Delon mempunyai latar belakang sebagai wedding singer. Ia menggemari Josh Groban, seorang penyanyi asal Amerika Serikat.

Debut akting Delon dimulai dengan membintangi film layar lebar berjudul Vina Bilang Cinta (2005) yang meraih prestasi cukup lumayan di box office Indonesia. Dalam film ini ia beradu akting dengan aktris peraih Piala Citra FFI 2005, Rachel Maryam.

5. Hari Kebangkitan Nasional
Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting, yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.

Tokoh-tokoh kebangkitan nasional, antara lain: Sutomo, Gunawan, dr. Tjipto Mangunkusumo, Suwardi Suryoningrat (Ki Hajar Dewantara), dr. Douwes Dekker, dll.

Selanjutnya pada 1912 berdirilah partai politik pertama Indische Partij. Pada tahun ini juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (Solo), KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (Yogyakarta) dan Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera di Magelang.

Suwardi Suryoningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis Als ik eens Nederlander was (Seandainya aku orang Belanda), 20 Juli 1913 yang memprotes keras rencana pemerintah jajahan Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di Hindia Belanda. Karena tulisan inilah dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryoningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka, tetapi “karena boleh memilih”, keduanya dibuang ke Negeri Belanda. Di sana Suwardi justru belajar ilmu pendidikan dan dr. Tjipto karena sakit dipulangkan ke Indonesia.

Saat ini, tanggal berdirinya Boedi Oetomo, 20 Mei, dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Musikalisasi Puisi : Sebuah Wujud Apresiasi Sastra oleh Generasi Muda

Oleh : I Komang Edy Mulyawan



Inikah takdir untuk putra sang fajar
Menahan sakit raga dan batinnya
Tersudut dalam perihnya
Dengarkanlah, renungkanlah
jangan pernah kau melupakannya (Idhu, 2009)


Beberapa baris kalimat tersebut bukanlah sebuah lirik lagu, bukan pula kutipan sebuah orasi politik. Itu merupakan sebuah potongan syair yang ditampilkan dalam acara musikalisasi puisi dalam rangka memperingati wafatnya proklamator Indonesia, Ir. Soekarno. Dalam suasana senja menjelang malam, Minggu, 21 Juni 2009, bertempat di monumen Bajra Sandi, sekelompok mahasiswa yang sebenarnya sama sekali tidak memiliki latar belakang sastra, justru tampil meyakinkan dengan lirik serta nada sederhana yang mereka ciptakan sendiri.
Dari ilustrasi tersebut, kita harusnya menyadari bahwa sebenarnya para pemuda memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu apabila mereka sudah diarahkan dan memiliki tujuan yang jelas. Namun, realita yang terjadi saat ini adalah bagaimana pemuda kita terlalu bangga dengan dirinya sendiri, padahal mereka belum menemukan jati dirinya secara jelas. Lebih tepatnya, mereka masih belum menyadari siapa mereka, dan apa potensi mereka, dan apa yang bisa mereka lakukan untuk dirinya sendiri, maupun masyarakat di sekitarnya.
Melihat kondisi tersebut, berbagai pertanyaan pun muncul. Apa yang salah dengan pemuda kita saat ini? Kurangkah kesempatan bagi mereka untuk berekspresi? Mungkin semua pertanyaan tersebut akan terjawab ketika kita sudah menyadari bahwa pemuda bukanlah makhluk yang sempurna. Pemuda memang memiliki potensi, namun mereka masih harus belajar. Ya, para pemuda membutuhkan motivasi, kesempatan dan kebebasan berekspresi untuk menunjukkan siapa mereka sesungguhnya.
Berbekal pandangan tersebut, sesungguhnya di mana peran generasi muda? Bila kita kaitkan dengan musikalisasi puisi, generasi muda bisa menjadi subjek sekaligus sasaran dari perkembangan musikalisasi puisi di Indonesia. Pemuda adalah generasi yang dinamis dan ingin menjadi pusat perhatian, maka dari itu, rasanya tidak salah jika kita menjadikan pemuda sebagai subjek dalam hal ini. Musikalisasi memang bukanlah yang yang baru. Namun, salah satu yang bisa dioptimalkan adalah mengawalinya dengan memberi motivasi kepada pemuda.
Sejenak kita lupakan ilustrasi yang telah disampaikan di awal tadi. Namun, ada satu hal yang mungkin penting untuk kita cermati dari ilustrasi tersebut. Para pemuda yang tidak memiliki latar belakang sastra justru memiliki kemauan untuk menampilkan sebuah musikalisasi puisi karya mereka sendiri. Satu hal yang sederhana memang. Namun, terlepas dari substansi puisi yang mereka bawakan, mungkin itulah ungkapan hati mereka atau mungkin juga salah satu wujud apresiasi mereka selaku pemuda terhadap sebuah karya sastra.
Musik dan sastra merupakan dua hal yang berbeda, namun keduanya adalah bidang yang sangat universal. Bagi para pemuda, musik mungkin lebih diminati dibanding sastra. Mengapa? Karena bagi sebagian orang, musik (beserta liriknya) merupakan media yang lebih mudah menyentuh perasaan. Satu hal yang memperkuat pernyataan tersebut adalah karena orang yang tidak terbiasa dengan sastra akan mengalami kesulitan untuk memahami suatu karya sastra ketika sudah harus dihadapkan pada karya sastra yang mungkin terasa berat bagi mereka, berbeda dengan musik yang sudah sering mereka dengar dalam kesehariannya.
Terlepas dari argumentasi tersebut, musik dan sastra tetap memiliki korelasi satu sama lain yakni sebagai media untuk menggambarkan nilai – nilai kehidupan yang terkadang tidak dapat terwakili. Inilah yang merupakan tantangan bagi generasi muda. Musikalisasi puisi hadir sebagai sebuah upaya untuk menggabungkan antara permainan nada dan melodi dengan kata-kata penuh makna yang disampaikan dalam tiap syair sebuah puisi.
Musikalisasi puisi merupakan sebuah langkah kecil untuk mencapai sebuah harmonisasi antara kebutuhan seseorang terhadap lantunan musik dan nilai-nilai perasaan yang ada dalam sebuah puisi. Puisi merupakan hasil imajinasi kisah kehidupan yang disajikan secara lebih singkat dibanding cerpen (Budianta,1992 : 45). Maka dari itu, saya yakin setiap orang akan lebih mudah untuk menangkap makna yang terkandung dalam sebuah karya sastra terutama puisi melalui musikalisasi puisi. Selain melalui ekspresi sang penyair, tempo serta melodi musik yang dibawakan akan mempertegas maksud yang ingin disampaikan. Sungguh merupakan perpaduan yang sangat harmonis.
Benang merah yang dapat diambil antara motivasi, generasi muda, dan musikalisasi puisi adalah bagaimana pemuda mampu menumbuhkan kecintaannya terhadap karya sastra khususnya puisi dengan cara memadukannya bersama musik. Dan semua itu hanya bisa terjadi apabila pemuda sudah memiliki motivasi serta tujuan yang jelas terhadap hal tersebut. Peran pemerintah serta pihak terkait seperti Pusat Bahasa juga sangat diharapkan untuk paling tidak memasyarakatkan musikalisasi puisi di kalangan generasi muda, entah itu melalui festival, maupun acara – acara lain yang menggugah keinginan pemuda untuk berkspresi dalam musikalisasi puisi.
Gunakanlah tongkat bila kakimu tidak cukup kuat dan bila itu memang akan membantumu sampai di tempat tujuanmu. Kalau boleh diibaratkan, musikalisasi puisi pun seperti itu. Karya sastra kita ibaratkan sebagai kaki yang tidak cukup kuat. Tongkat sebagai perumpamaan dari musik yang akan membantu kita memaknai pesan dari puisi tersebut. Terakhir, pemuda sebagai subjek yang akan mencapai tujuan tersebut, yaitu tercapainya keharmornisan dan perpaduan antara musik dan puisi.
Musikalisasi puisi memang bukanlah hal yang baru, namun di sinilah diharapkan peran pemuda sebagai subjek kegiatan ini di masa mendatang. Jadi, Musikalisasi puisi hendaknya dapat dijadikan sebagai suatu motivasi bagi para pemuda dalam mengapresiasi sastra serta meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam kegiatan-kegiatan semacam ini. Hal ini bukan semata-mata untuk para pemuda itu sendiri, melainkan sebagai pemenuhan kebutuhan rohani manusia sebagai sebuah wujud apresiasi sastra.
Daftar Pustaka:
Budianta, Eka. 1992. Menggebrak Dunia Mengarang. Jakarta : Puspa Swara
Wikipedia. 2009. motivasi. http://id.wikipedia.org/wiki/motivasi. (Akses : 7 Agustus 2009)

Pemuda dan Bahasa Persatuan (sebuah sumpah, kebutuhan, dan kebanggaan)

Oleh : I Komang Edy Mulyawan




Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.

Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.

Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.

(Sumpah pemuda, 28 Oktober 1928)

Kita semua tahu bahwa sejarah telah mencatat sumpah pemuda pemudi Indonesia pada masa itu dan membuktikan bagaimana generasi muda telah menunjukkan diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Sebuah generasi yang selalu identik dengan semangat,  perjuangan, dan keinginan untuk menunjukkan jati diri. Kita tidak akan bisa memungkiri bahwa generasi muda memegang peranan penting dalam perjalanan bangsa ini. Sebelum proklamasi kemerdekaan hingga era reformasi saat ini keberadaan generasi muda seolah menjadi hal yang tidak tepisahkan.

Generasi muda sebenarnya  memiliki potensi yang sangat luar biasa. Kita sudah menyaksikan bagaimana generasi muda Indonesia menunjukkan kemampuannya dengan menjuarai berbagai ajang kejuaraan tingkat dunia seperti olimpiade sains atau perlombaan lain yang sejenis. Dengan usia yang relatif masih produktif dan didukung dengan gagasan – gagasan yang inovatif, pemuda seharusnya dapat menjadi penggerak dari suatu dinamika masyarakat mengingat gagasan yang dimiliki oleh pemuda selalu terkait dengan keterbukaan dan fleksibelitas yang membuat generasi muda memiliki kemampuan untuk bersosialisasi dengan lebih mudah satu sama lain di masyarakat. Hal ini dikarenakan adanya semangat “kesatuan” yang biasanya selalu melekat dalam kehidupan mereka. Semangat itulah yang mungkin mengilhami para pemuda kita masa lalu. Sebuah semangat nasionalisasi yang kemudian menciptakan ikrar Sumpah Pemuda yang pada akhirnya menjadi sebuah ikrar yang begitu sakral. Namun pertanyaan besar muncul, masihkah para pemuda masa kini mengingat sumpah itu? Lalu bagaimana realita yang terjadi saat ini?

Tidak terlalu sulit untuk menentukan rasa nasionalisme generasi muda saat ini, Kita tidak  perlu menanyakan kesediaan mereka untuk berperang membela negara ini, melainkan cukup dengan menanyakan, masih banggakah kita dengan bahasa kita? Masih kuatkah bahasa Indonesia dalam pergaulan kehidupan kita di masyarakat?  Ini bukan bermaksud menyudutkan generasi muda yang mulai “meninggalkan” bahasa Indonesia, tetapi inilah kenyataannya. Hal ini seharusnya menjadi bahan instrospeksi generasi muda bahwa memang kita sudah mulai terkontaminasi oleh pengaruh bahasa asing yang terkadang membuat kita lebih “nyaman” menggunakan bahasa asing. Kasus seperti ini sering kita temui di masyarakat yang  biasanya berupa penyerapan kata – kata asing untuk membuat kesan lebih modern. Bahkan satu hal yang sungguh ironis menurut saya adalah adanya pemenang salah satu ajang kontes kecantikan nasional yang justru lebih fasih berbahasa asing dibanding bahasa Indonesia. Ini bahkan sudah menjadi kebiasaan dalam setiap ajang pemilihan semacam itu, ketika para peserta ingin menunjukkan “kelebihannya” melalui jawaban – jawaban yang disampaikan dalam bahasa asing. Kita tidak menganggap rendah rasa nasionalisme  mereka, tapi sebagai orang Indonesia, dan khususnya sebagai generasi muda Indonesia, kita harus menyadari betul hal ini. Jangan sampai menganak tirikan bahasa Indonesia apalagi menempatkan bahasa Indonesia berada dibawah dominasi bahasa asing di negeri sendiri. Kita tidak menutup diri terhadap adanya bahasa asing karena memang ini sudah menjadi tuntutan era globalisasi, namun yang perlu diperhatikan disini adalah bagaimana kita mengatur “porsi” dari penggunaan bahasa tersebut.

Lalu apa yang seharusnya dilakukan pemuda saat ini? Peran apa yang dapat diambil  generasi muda kita untuk “mempertahankan” sumpah pemuda khususnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan? Salah satu hal kecil yang dapat dilakukan adalah memulainya dari diri sendiri. Membiasakan diri untuk menggunakan bahasa Indonesia (dengan baik dan benar) serta menerapkannya dalam komunitas kita di masyarakat, secara tidak langsung akan membuat generasi muda kita mempertahankan bahasa Indonesia itu sendiri.

Generasi muda hendaknya menyadari bahwa Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan Indonesia memiliki peran yang sangat penting sebagai alat komunikasi antar daerah dan suku guna mengikis berkembangnya bibit – bibit pemikiran primordialisme. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar terutama dalam hal kebudayaan daerah yang begitu beragam, serta karakteristik masyarakat adat yang berbeda di tiap – tiap daerah. Karakter tersebut juga menimbulkan perbedaan bahasa yang digunakan di masing – masing daerah atau oleh kelompok masyarakat dan suku tertentu. Kebhinekaan inilah yang kemudian membuat Indonesia sebagai sebuah bangsa yang sangat majemuk. Maka dari itu, peran yang dapat diambil generasi muda disini adalah sebisa mungkin untuk menerapkan bahasa Indonesia dalam kegiatan - kegiatan formal terlebih dalam konteks lintas suku atau lintas daerah. Pemuda harus menyadari bahwa  pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia serta pengembangan bahasa daerah memiliki hubungan yang erat sehingga bahasa Indonesia hadir, bukan untuk mematikan bahasa daerah karena hal ini tergantung pada tema dan konteks apa yang kita bicarakan.

Dalam ruang lingkup yang lebih besar dan kaitannya dengan bahasa asing, generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga bahasa Indonesia dari bahasa – bahasa gaul, bahasa populer yang berkembang dan biasanya bersumber dari kosakata asing yang dengan begitu mudah diterima. Jangan sampai generasi muda kita kembali dibodohi oleh bangsa sendiri akibat penggunaan bahasa yang tidak sesuai. Sebagai generasi muda, kita seharusnya bangga memiliki bahasa Indonesia, sebuah bahasa yang diikrarkan sebagai bahasa persatuan yang didasari oleh kebutuhan untuk menyatukan bangsa Indonesia mengingat keadaan Indonesia yang begitu berbhineka. Selain itu, generasi muda Indonesia patut berbangga karena kita memiliki bahasa nasional yang berasal dari identitas kebangsaan kita sendiri, berbeda dengan Amerika Serikat dan tetangga kita, Singapura.

Apapun alasannya, entah itu karena sumpah, kebutuhan, atau hanya kebanggaan, generasi muda Indonesia tetap mempunyai tanggung jawab dan memegang peran untuk mempertahankan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Tidak hanya menjaga sumpah pemuda itu tetap ada tetapi bagaimana merealisasikan cita – cita para pendahulu kita. “Kalau bukan kita, siapa lagi?”

PERSPEKTIF MASYARAKAT TERHADAP TREND PERKEMBANGAN KORAN DIGITAL “E-PAPER”

Oleh Filton Abraham

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada masa kini, sebagian besar masyarakat semakin merasakan teknologi informasi sebagai salah satu kebutuhan pokok disamping kebutuhan akan sandang, pangan dan papan. Seiring dengan hal itu, informasi telah berubah bentuk menjadi suatu komoditi yang dapat diperdagangkan. Keadaan ini terbukti dengan semakin berkembangnya bisnis pelayanan informasi, seperti stasiun televisi, surat kabar, radio, dan lain – lain, yang telah memasuki sendi-sendi kehidupan manusia. Perubahan lingkungan yang pesat, dinamis dan luas tersebut didukung oleh kemajuan teknologi informasi disegala bidang. Hal ini telah mendorong transformasi masyarakat tradisional menjadi masyarakat informasi.
Perkembangan teknologi dan informasi atau yang lazim disebut dengan Teknologi Informasi (TI) saat ini telah menjadi sangat pesat seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Pesatnya kemajuan dalam teknologi informasi ini sendiri, memberikan pengaruh yang cukup besar kepada berbagai aspek atau bidang diantaranya yaitu bidang ekonomi, pendidikan, pemerintahan, keamanan, dan lain – lain. Teknologi informasi itu sendiri merupakan senjata yang paling ampuh dalam menghadapi persaingan sekaligus merupakan sarana kemudahan bagi siapa saja yang mampu menggunakan dan mengaplikasikan teknologi dan informasi itu sendiri.
Perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak dalam kehidupan masyarakat. Sejak diketemukannya komputer pada tahun 1955, peradaban dunia telah memasuki era informasi. Teknologi informasi dengan komputer sebagai motorpenggeraknya telah mengubah segalanya. Pemrosesan informasi berbasis komputer mulai dikenal orang dan hingga saat ini sudah banyak banyak yang menggunakan cara tersebut untuk mencari berbagai informasi yang dibutuhkan.
Pemrosesan informasi berbasis komputer ini sendiri menggunakan sebuah media teknologi informasi yang disebut dengan Internet. Internet merupakan sebuah media atau sarana yang dapat digunakan untuk mencari berbagai informasi maupun data – data yang dibutuhkan dalam waktu yang sangat singkat. Dimana informasi dan data – data tersebut disajikan secara online atau terhubung langsung dengan si pemberi data itu sendiri baik perorangaan maupun kelompok.
Perkembangan teknologi informasi dengan menggunakan media internet, tentunya membawa berbagai perubahan khsusnya dalam penyampaian informasi, yang semula hanya dapat diakses oleh masyarakat secara tidak langsung, kini dengan adanya kemajuan teknologi informasi, maka masyarakat dapat mengakses segala informasi yang dibutuhkannya secara langsung dan cepat. Salah satu media informasi yang sampai saat ini tetap eksis adalah koran atau surat kabar, namun dengan adanya perkembangan teknologi informasi, maka koran atau surat kabar tersebut dapat diakses melalui internet, yang disebut dengan e-paper atau electronic paper, atau lazimnya disebut dengan koran digital yang pada saat ini sedang menjadi trend bagi para penikmat teknologi informasi.
Saat ini hampir semua media marak menggunakan e-paper. Hadirnya era elektronik, ternyata membawa dampak yang signifikan bagi perkembangan media. Media cetak: buku dan majalah Dalam penerbitan media cetak, hadirnya teknologi ternyata mempermudah kerja editorial media cetak. Dengan software yang banyak tersedia di pasaran, penerbit hanya perlu memindah-mindahkan teks sesuai dengan letak yang diinginkan. Belakangan ini, internet bahkan memegang peranan penting dalam dunia penerbitan. Hadirnya internet, membuat kedudukan koran berubah. Koran yang tadinya merupakan barang mewah karena harus dibeli setiap hari dengan harga tertentu, kini dapat dimiliki oleh siapa pun, kapanpun, dan dimana pun selama ia medapatkan akses internet. Kantor berita yang sebelumnya hanya menyediakan koran dalam bentuk cetak, kini mereka memiliki format tambahan lainnya dalam menyajikan berita digital.

1.2 Identifikasi Masalah
Perkembangan koran digital atau e-paper pada saat ini tentunya telah mengalami perkembangan yang cukup pesat di Indonesia. Hal ini didasari karena kebutuhan masyarakat yang telah terbiasa menggunakan koran cetak sebagai media informasi dalam kehidupan sehari – hari, kini mulai beralih menggunakan koran digital karena lebih mudah, cepat, serta lebih efektif dan efisien seiring dengan perkembangan teknologi informasi dengan media internet. Pesatnya perkembangan koran digital ini, tentunya juga didasari karena beberapa hal, diantaranya yaitu tampilan atau display yang menarik dan interaktif sehingga menarik minat pembaca, serta memberikan keutungan lebih bagi pemasang iklan karena dapat mempromosikan produk maupun jasanya secara online melalui kontrak bisnis dengan pemilik koran.

1.3 Pembatasan Permasalahan
Berdasarkan uraian diatas bahwa, maka pada penelitian ini batasan masalah yang diteliti adalah:
1. Pengenalan secara umum tentang teknologi informasi dan internet
2. Pengenalan tentang koran digital atau e-paper dan koran cetak, kebaikan serta kekurangannya.
3. Perspektif masyarakat terhadap trend perpindahan Koran cetak ke Koran digital

1.4 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang dan identifikasi masalah serta pembatasan masalah yang telah disampikan diatas, maka rumusan masalah yang dapat disampikan sebagai berikut “ Bagaimana penilaian masyarakat terhadap perkembangan koran digital?”

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dilakukannya penelitian adalah dapat disampikan sebagai berikut :
1. Tujuan Umum
Adapun tujuan umum dari penelitian ini dapat disampaikan sebagai berikut :
a. Untuk memenuhi syarat pemilihan mahasiswa berprestasi yang diselenggarakan oleh Kopertis Wilayah VIII Tahun 2010.
b. Untuk dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang selama ini diperoleh di bangku kuliah dan membandingkan dengan kondisi nyata yang ada.

2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penelitian ini dapat disampikan sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui apa kebaikan dan keburukan anatara koran gital atau e-paper dengan koran cetak.
b. Untuk mengetahui bagaimana perkembangan koran digital
c. Untuk mengetahui bagaimana perspektif masyarakat terhadap perkembangan koran digital.

1.6 Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat terhadap mahasiswa, perusahaan dan juga bagi peruguran tinggi Universitas Mahendradatta secara umum. Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini dapat disampikan sebagai berikut:
1. Bagi Mahasiswa
Penelitian ini diharapkan dapat melatih cara berpikir logis, struktural, dan dapat bertidak secara lebih objektif terhadap masalah yang dihadapi, juga memberi kesempatan untuk dapat melatih ketrampilan dan menerapkan teori yang telah didapat di bangku kuliah dengan kenyataan yang ada di lapangan.
2. Bagi Masyarakat Umum
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi masyarakat umum, khusunya yang berkecimpung dalam dunia penjualan dan pemasaran koran digital atau e-paper dan koran cetak.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Koran Cetak
Koran (dari bahasa Belanda: Krant, dari bahasa Perancis courant) atau surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas koran, yang berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik. Topiknya bisa berupa even politik, kriminalitas, olahraga, tajuk rencana, cuaca. Surat kabar juga biasa berisi kartun, TTS dan hiburan lainnya. Sebelum ada surat kabar, hadir lebih dulu newsletters. Koran pertama dikembangkan secara tidak teratur di Belanda, Inggris dan Prancis (1618-1648). Lembaran berita ini disebut corantos, yang secara bertahap digantikan laporan harian atau diurnos. Pada saat itu, tidak ada yang namanya kebebasan pers. Pencetakan koran dan material lainnya harus menggunakan ijin dan yang mengeluarkannya dapat mengontrol isi.
Untuk menjalankan fungsi politik, pandangan-pandangan mengenai hal itu harus tersirkulasikan sebaik keberagaman media ini. Caranya, dengan menjual surat kabar yang murah agar bisa menjangkau audiens yang luas. Koran murah pertama kali diluncurkan Benjamin Day, 1833. Koran yang bernama “New York Sun”, hanya dijual satu penny, yang kemudian dikenal dengan “Koran Penny”. Untuk bisa dijual pada harga itu, Day tidak hanya bergantung pada iklan semata, namun juga dengan meningkatkan oplah penjualan. Pembaca koran meningkat ketika terjadi Perang Sipil (1861-1865) karena orang-orang ingin mengetahui perkembangan terakhir mengenai konflik yang terjadi. Setelah masa perang, hadirlah era baru dunia jurnalistik, jurnalisme investigasi. Era baru ini menjadikan surat kabar lebih hidup, lancang, sadar diri, tidak sabar dan penuh sensasi.
Perkembangan surat kabar di Indonesia sejak pertama kali surat kabar terbit di Batavia 1744, pers Indonesia tidak pernah lepas dari pengekangan. Karena itulah kemudian muncul istilah “pers perjuangan” sebagai media untuk melawan penjajahan. Mengetahui hal itu, pemerintah kolonial Belanda mengharuskan adanya surat izin atau sensor atas penerbitan pers di Batavia, Semarang dan Surabaya. Sejak itu pula, pendapat tentang kebebasan pers terbelah. Satu pihak menolak adanya surat ijin terbit, sensor dan pembredelan, namun di pihak lain mengatakan bahwa kontrol terhadap pers perlu dilakukan.
Meski telah dihapus dengan UU No 23/1954, pers Indonesia tidak berarti terbebas dari pemasungan. Seperti dikatakan Presiden saat itu, Soekarno, saat melantik Dewan Pengawas dan Dewan Pimpinan Kantor Berita Antara 15 Oktober 1952. “Saya tidak menginginkan siaran berita yang obyektif, tetapi jelas memihak pada revolusi kita dan menghantam musuh-musuh revolusi.” Karena itu, pers yang bermusuhan dengan revolusi harus dilenyapkan. Sehingga tidak heran, tindakan, tuduhan dan pembredelan pers terjadi berkali-kali.
Seperti pada tahun 1952, telah diambil tindakan bredel terhadap dua surat kabar, Merdeka dan Berita Indonesia, dan 12 tuduhan lainnya terhadap pers. Tuduhan pelanggaran dengan jumlah yang sama juga terjadi di tahun 1953. Pada tahun 1954 hanya terjadi 8 tindakan kemudian meningkat lagi pada tahun 1955 dengan 13 tindakan dan 32 tindakan pada tahun 1956.
Terparah, ketika pada tanggal 14 Maret 1957 saat Indonesia dinyatakan dalam keadaan darurat perang (SOB-Staat van Orlog en Beleg). Pada masa itu, terjadi 125 tindakan terhadap pers, termasuk di dalamnya penutupan tiga kantor berita, pembredelan 10 surat kabar dan penahanan tujuh wartawan.
Pers otoriter juga dikembangkan pemerintahan Orde Baru. Pembredelan, sensor dan perlunya surat izin terbit yang secara resmi dilarang UU Pokok Pers (pasal 4 dan 8 ayat 2), dengan Permenpen 01/1984 pasal 33h yang menghadirkan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP), melestarikan kekangan terhadap pers. Sebab dengan definisi “pers yang bebas dan bertanggung jawab”, SIUPP merupakan lembaga yang menerbitkan pers dan pembredelan. Terjadinya pembredelan Tempo, Detik, Editor pada 21 Juni 1994, mengisyaratkan ketidakmampuan sistem hukum pers mengembangkan konsep pers yang bebas dan bertanggung jawab secara hukum. Sejarah ketiga media tersebut mengikuti sejarah Fokus, Sinar Harapan, Prioritas dan Monitor, yang semuanya dibredel tanpa proses pengadilan.
Perubahan kekuasaan pada tahun 1998, dari Orde Baru ke Orde Reformasi, membuat pers menemukan kemerdekaanya. Yaitu, ketika Menteri Penerangan saat itu, Yunus Yosfiah, mencabut pemberlakuan SIUPP. Menurut Yunus, kebebasan pers adalah satu pengejawantahan dari keikutsertaan warga negara dalam melaksanakan kekuasaan negara. Ini berarti bahwa kebebasan pers merupakan bagian dari konsep demokrasi bahkan merupakan salah satu unsur fundamental.
Sejak titik balik itulah, pers Indonesia dapat mengabarkan berita secara transparan tanpa kekhawatiran SIUPP yang akan dicabut. Tidak perlu takut lagi untuk menampilkan tokoh-tokoh kontroversial yang menggugat maupun berseberangan dengan pemerintah. Begitu juga, tidak perlu ragu lagi untuk menyajikan berita atau laporan-laporan yang sebelumnya dinilai beresiko. Dengan dihapuskannya lembaga SIUPP, beberapa media yang sempat ‘mati’, kini pun hidup kembali. Seperti Majalah Berita Mingguan Tempo dan surat kabar Sinar Harapan. Kalaupun tidak menghidupkan yang ‘mati’, dengan segala kemudahan implikasinya kini mudah ditemui suratkabat, majalah, berita radio dan televisi maupun situs berita online baru.
Mengikuti trend pengantaran media saat ini, Indonesia tidak ketinggalan dalam hal itu. Sebut saja dalam hal cetak jarak jauh, maupun penggunaan internet. Beberapa surat kabar seperti Kompas, Media Indonesia, Republika, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Sinar Harapan, Bisnis Indonesia dan banyak lagi lainnya, telah dapat dibaca lewat layar monitor komputer. Tidak hanya yang berbasis koran atau majalah, media yang yang langsung menghuni jaringan maya ini pun ada, sebut saja seperti Detik.com, Kompas.com, Okezone.com, vivanews.com dan lain-lain.

2.2 Koran Digital atau e-paper
Perkembangan koran digital atau e-paper pda saat ini dirasakan sangat mengancam kelangsungan penjualan koran – koran cetak yang sampai saat ini masih menjadi pilihan utama bagi beberapa orang. Hal ini didasari karena koran digital dianggap dapat merebut pangsa pasar yang selama ini dkuasai oleh koran – koran cetak. Sehingga pada nantinya sanagt dikhawatirkan bahwa koran cetak akan ditinggalkan oleh pembacanya yang telah beralih kepada koran digital.
Koran digital berkembang pesat sejalan dengan berkembangnya internet yang mulai dipopulerkan pada tahun 1982. Koran digital muncul sebagai bentuk perkembangan teknologi komunikasi dan sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang membutuhkan persebaran informasi yang cepat, mudah, dan instan. Koran digital atau e-paper dapat diartikan termasuk ke dalam media yang dimengerti sebagai sarana komunikasi seperti pers, media, media penyiaran (broadcasting) dan sinema yang merujuk pada berbagai institusi atau bisnis yang berkomunikasi dengan para pembaca
Koran digital ini merupakan koran yang dapat diakses melalui media elektronik seperti komputer atau telepon selular yang memiliki fitur khusus. Karena perkembangan teknologi, koran yang tadinya berbentuk cetak surat kabar kini tak lagi berbentuk fisik melainkan berbentuk digital atau elektronik. Dalam hal inilah koran mengalami proses digitalisasi dan sudah banyak media massa yang mengembangkan teknologi koran digital ini dan membuat bentuk online dari koran cetak.
Koran digital berisi pesan-pesan atau berita untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai hal aktual atau yang baru saja terjadi. Prinsipnya sama seperti media cetak namun dikategorikan ke dalam media elektronik karena proses bekerjanya berdasar pada prinsip elektronik dan eletromagnetis. Contoh dari media elektronik antara lain televisi, radio, internet). Edisi online dari sebuah koran ini memiliki reputasi yang tak kalah dengan koran edisi cetak karena berbagai macam user dapat mengakses koran digital ini dan semakin banyaknya pemasang iklan yang terdapat di website.
Naskah koran yang diterbitkan di internet merupakan hal biasa pada saat ini. Namun, menyaksikan koran dalam tampilan cetaknya di dunia maya secara utuh halaman per halaman adalah hal baru. Inilah yang disebut koran digital (epaper). Koran digital ini mengadopsi Portable Document Format (PDF) yang dikembangkan Adobe System 1, sehingga tampilannya sama persis dengan versi cetak. Bedanya, Koran digital hanya bisa diakses melalui internet dengan alamat yang sudah disesuaikan oleh masing – masing pengusaha koran digital. Perusahaan yang menangani digitalisasi Koran ini di indonesia sebagian besar dilakukan oleh Softpress.
Koran digital yang dihadirkan melalui internet akan mengikuti nature media online yang bersifat interaktif dan partisipatif. Ini pulalah keuntungan yang ditawarkan koran digital ke depan, yakni interaktif dan partisipatif dalam bentuk konten yang beragam. sehingga memudahkan pembaca memperoleh informasi. Antara lain fitur thumbnail yang menampilkan preview semua halaman, kirim ke teman lewat email, fitur cetak halaman hingga fitur pencarian berdasarkan keyword di semua halaman.2 Lebih dari itu, pembaca juga dapat melakukan pencarian tidak hanya di satu edisi saja tapi di seluruh arsip Kontan digital.

2.3 Teknologi Informasi
Teknologi informasi sebagai bagian dari Imu Pengetahuan dan Teknologi atau IPTEK, yang secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan atau akuisisi, pengolahan, penyimpanan, penyebaran dan penyajian informasi, (Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006:6). Dimana dalam pengertian tersebut diatas, terdapat definisi yang adalah semua perangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi, dan ifrastruktur komputer, maupun komunikasi. Istilah Teknologi Informasi atau TI muncul setelah berpadunya teknologi komputer ( baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya ) dan media informasi yang terjadi pada paruh abad ke-20 ini. Perpaduan kedua hal yang berebeda ini, akhirnya berkembang sangat pesat, jauh melampaui bidang – bidang teknologi lainnya. Bahkan sampai pada awal abad ke-21 ini, diyakini bahwa teknologi informasi ini akan semakin berkembang karena belum akan terlihatnya titik jenuh sampai beberapa abad yang akan datang. Pada tingkat global, teknologi informasi ini telah mempengaruhi sebagian besar atau hampir seluruh bidang kehidupan manusia.
Teknologi informasi menggunakan ilmu pengetahuan sebagai dasarnya. Teknologi informasi merupakan salah satu alat manajer untuk mengatasi perubahan (Laudon dan Laudon, 2006: 14). Definisi TI secara lengkap dinyatakan oleh Martin et al. (2002: 1), yaitu teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi serta teknologi komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan informasi. Definisi TI sangatlah luas dan mencakup semua bentuk teknologi yang digunakan dalam menangkap, manipulasi, mengkomunikasikan, menyajikan, dan menggunakan data yang akan diubah menjadi informasi.
Perkembangan teknologi informasi yang terjadi pada saat ini mencakup perkembangan infrastrukturnya sendiri yang terdiri dari hardware, software, data dan komunikasi. (McNurlin dan Sprague, 2002:11). Menurut Laudon dan Laudon (2006:14 – 15), infrastruktur teknologi informasi terdiri atas komponen hardware, software, storage, serta komunikasi. Beberapa penulis mengklasifikasikan teknologi storage kedalam komponen hardware sehingga komponen dari teknologi informasi hanya terdiri atas hardware, software, dan komunikasi (McLeod dan Schwll, 2004: 101 – 123).

2.4 Internet
Internet merupakan sebuah jaringan antar komputer yang memungkinkan kita untuk berkomunikasi satu dengan lain tanpa mengenal batas-batas institusi, negara, bangsa, ras, & birokrasi. Teknologi yang digunakan untuk membangun internet sebetulnya tidak terlalu sulit bahkan sangat sederhana, sebuah PC 286 yang menjalankan perangkat lunak yang sebagian besar sifatnya gratis (public domain) dengan saluran telepon atau bahkan sebuah pesawat CB / walkie talkie dapat digunakan untuk membangun sebuah jaringan Internet. Peralatan sederhana seperti PC 286 dengan packet radio network telah menjadi awal sejarah perkembangan jaringan Internet di Institut Teknologi Bandung atau ITB di awal tahun 1993. Kunci keberhasilan ITB terletak pada sumber daya manusia yang berdedikasi & bermotivasi tinggi dalam membangun jaringan komputer yang kemudian hari bergabung dalam sebuah Computer Network Research Group (CNRG) ITB (cnrg@itb.ac.id).
Pada gambar di bawah ini terlihat secara garis besar topologi jaringan internet yang telah berkembang di Indonesia hingga bulan Agustus 1997 ini. Dapat dilihat bahwa jaringan Internet di Indonesia saat ini mempunyai paling tidak tiga buah Internet Exchange (IX) utama yang dioperasikan oleh PT.Indosat, PT. Satelindo & PT. Telkom. Dengan didukung oleh keberadaan 40 buah Internet Service Provider (ISP) sebanyak kira-kira 60.000 user Internet di Indonesia mengakses Internet.


Gambar 2.4
Topologi Jaringan Internet Di Indonesia
















BAB III
METODELOGI PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian
Adapun rencana atau susunan langkah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
1. Mengamati bagaimana perkembangan teknologi informasi pada saat ini untuk melihat bagaimana dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
2. Meneliti bagaimana trend koran digital dalam pemasaran koran cetak untuk mengetahu bagaimana dampaknya terhadap tingkat penjualan koran cetak.
3. Untuk membahas permasalahan tersebut, maka penulis mencari data – data yang berkaitan dengan permasalahan tersebut dan membandingkannya dengan teori – teori yang relevan.
4. Untuk mendapatkan data – data tersebut, maka penulis menggunakan metode daftar pertanyaan atau kuisioner dengan mengambil beberapa sampel dengan asumsi telah mewakili keseluruhan populasi dari data yang dibutuhkan.
5. Setelah data – data tersebut diperoleh, kemudian data – data tersebut diolah sedemikian rupa dimana teknik yang penulis gunakan adalah teknik analisa data.
6. Dari pengolahan data tersebut diperoleh hasil penelitian yang kemudian ditentukan bagaimana solusi atau cara yang efektif dan efisien untuk mengatasi permasalahan tersebut.
7. Kemudian dapat ditarik kesimpulan yang relevan dengan permasalahan tersebut, guna memberikan saran yang efekti dan efisien sesuai dengan kesimpulan yang didapatkan.



3.2 Populasi dan Sampel
Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna layanan koran digital dan seluruh kios yang menjual koran cetak setiap harinya, sedangkan sampel yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengguna layanan koran digital yang diambil secara acak masing – masing 10 sampel, yang dianggap dapat mewakili populasi tersebut diatas.

3.3 Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini. Ada beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu :
1. Kajian Pusataka yaitu teknik pengumpulan data dengan berdasarkan pada teori – teori yang relevan melalui buku, literatur, internet dan lain – lain.
2. Pengamatan langsung (observasi) yaitu teknik pengumpulan data dimana penulis mengamati langsung perkembangan dan perubahan yang terjadi di lapangan berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian ini.
3. Daftar pertanyaan (kuisioner) yaitu teknik pengumpulan data dimana penulis memilih sampel secara acak dari populasi yang ada dalam penelitian ini, yang kemudian masing – masing sampel tersebut mengisi daftar pertanyaan yang disediakan.

3.4 Teknik Analisa Data
Data – data yang penulis dapatkan melalui teknik – teknik pengumpulan data diatas, selanjutnya dianalisis sehingga bisa diketahui bagaimana penilaian masyarakat terhadap perkembangan koran digital khusunya diwilayah kota Denpasar.

3.5 Lokasi Penelitian dan Jadwal Penelitian
Lokasi penelitian ini mengambil tempat di wilayah kotamadya Denpasar dimana pelaksanaan penelitian ini dimulai 08 – 10 Maret 2010



BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Penelitian
Penelitian ini merupakan sebuah pengamatan dan penyelidikan secara langsung melalui teknik – teknik yang relevan guna mendapatkan hasil yang sesuai dengan permasalahan yang telah tersebut diatas. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan contoh – contoh koran cetak yang telah menggunakan kemajuan teknologi informasi dengan mengadaptasi layanan koran digital diantaranya adalah Harian Bali Post dengan e-balipost, Harian Kompas dengan Kompas.com, Harian Jawa Post dengan Jawapost.com. Jenis – jenis koran tersebut merupakan koran cetak yang memiliki area penjualan di propinsi Bali khususnya di wilayah Kotamadya Denpasar.

4.2 Trend Perpindahan Berita Koran ke Internet
Dalam bisnis penerbitan digital, koran digital biasa disebut e-paper atau electronic paper. Dengan berkembangnya teknologi, kita dapat membaca koran dengan tidak memegang fisiknya alias berwujud digital. Karena saat ini telah banyak koran di Indonesia mengembangkan teknologi Koran Gigital. Cara bacanya sama seperti membaca koran biasa, dan untuk menuju ke halaman berikutnya anda tinggal klik tombok next. Edisi online dari sebuah surat kabar dapat memiliki reputasi yang sama baiknya dengan koran edisi cetak Hal ini terbukti dengan semakin.
Menurut penerbit, pembaca akan lebih mudah mengunduh seluruh edisi koran melalui jaringan internet dan ditampilkan di layar digital. Meski demikian, industri surat kabar masih tetap harus berjuang mempertahankan animo membaca dan perolehan iklan yang cenderung mendapat persaingan ketat dari pesaing-pesaing online. Koran digital, atau sering disebut enewspaper, mendapat manfaat dari dua kecenderungan media saat ini yakni, pertumbuhan iklan online dan persebaran alat-alat portable baru seperti misalnya iPod. Hampir semua koran cetak sekarang ini memiliki versi internet. Namun, hanya segelintir pembaca yang benar-benar memetik manfaat dari teknologi internet ini. banyak user yang mengakses koran online ialah ramainya pemasang iklan di website. Kelebihan koran digital adalah memangkas biaya produksi dan ekspedisi (pengiriman) sampai kira-kira 75 persen dari biaya pengeluaran produksi koran. Sebagian penerbit melihat, teknologi baru ini akan membantu mereka meraih iklan online lebih besar lagi dan tetap terjangkau pembaca di mana pun berada. (www.kompas.com)

4.3 Perbandingan Koran Digital dan Koran Cetak
Pada saat ini dunia tengah dilanda krisis sumber daya alam dimana salah satunya adalah kayu yang merupakan bahan baku pembuatan kertas, sehingga dipercaya masalah konsumsi koran untuk kebutuhan manusia akan menjadi sebuah persoalan yang sangat penting. Hal ini akan memicu terjadinya keterbatasan dalam penyediaan kertas sehingga otomatis akan mempengaruhi naiknya harga kertas dipasaran. Masalah ini kemudian akan menjadi sebuah hal yang cukup menakutkan bagi beberapa tempat penerbitan, karena akan menambah biaya produksinya yang berakibat pada naiknya harga produk dipasaran.
Hadirnya koran digital telah menjadi sebuah solusi baru untuk menghadapi persoalan tersebut diatas. Koran digital ini sendiri lahir sebagai akbat perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Kehadiran koran digital ini telah membawa sebuah perubahan baru dalam hal penerbitan surat kabar yang selama ini dikenal hanya dalam bentuk cetak saja, namun kini telah beralih dalam sebuah bentuk digital yang dapat di akses kapan saja, dengan mudah cepat dan oleh siapa saja yang membutuhkannya.
Koran digital juga memiliki beberapa nilai tambah yang membuat koran digital dapat dijadikan cara utama untuk mengakses informasi secara digital diantaranya yaitu (Thesa Oktalina, 2009) :
1. Sebagai media baru, yaitu perubahan koran cetak menjadi koran digital, akan memberi peluang dan kesempatan memasuki dunia baru dalam bisnis secara online yang disebut dengan New Media atau media baru. Media baru itu, antara lain, berita – berita online, blog, podcast, video streaming dan jejaring sosial. Koran digital ghadir selain dalam bentuk web dan web feed, koran digital juga hadir dalam bentuk mobile yang diakses melalui telepon selular berinternet yang juga bisa diunduh setiap saat. Pada umumnya untuk berlangganan koran digital juga dikenakan biaya namun dengan tarif yang lebih murah jika berlangganan koran cetak.
2. Keuntungan bagi produsen, dengan layanan secara digital dan online koran ini dapat melewati segala bentuk batas geografis. Kehadiran internet yang memudahkan pekerjaan manusia juga memudahkan reporter untuk dapat mengirim berita meskipun pada tempat yang terpencil. Hal ini tentu saja akan mengurangi biaya perjalanan. Kehadiran koran digital juga akan membuat penerbit bisa mengurangi tahap produksi yang mahal dan rumit.
3. Keuntungan bagi konsumen, yaitu terletak pada kemudahan yang diberikan oleh layanan koran digital, melalui akses informasi yang dapat dilakukan dengan lebih cepat karena adanya menu pencarian sehingga pembaca dapat menemukan informasi yang diinginkan cukup dengan satu kali klik saja.
Ada beberapa alasan mengapa koran digital muncul dipasaran yaitu :
1. Berpeluang menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Dalam hal ini, koran digital memudahkan para pembacanya untuk mengakses dimanapun dan kapanpun serta semua orang dapat mengaksesnya secara bebas.
2. Adanya fasilitas hyperlink yang memungkinkan satu koran menggabungkan kekayaan informasinya sendiri dengan informasi-informasi lain dalam internet sehingga informasi yang didapat dari koran digital menjadi semakin lengkap dan aktual.
3. Adanya kemampuan multimedia seperti menampilkan grafik, bunyi, dan video klip dalam dokumen digital secara terpadu dan sinkron yang memungkinkan koran-koran di masa datang akan lebih hidup seperti halnya radio dan televisi.
4.4 Kelebihan dan Kekurangan Koran Digital
Adapun kelebihan atau keunggulan dari koran digital dibandingkan koran cetak adalah sebgai berikut :
1. Tampilan lebih menarik karena ditambah dengan gambar bergerak dan iklan. Tidak hanya berupa teks dan tulisan serta tata letak dan desain warna yang lebih banyak dan menarik.
2. Beritanya selalu terbaru. Tidak seperti edisi cetak yang harian atau mingguan. Jika ada berita baru, langsung dapat diunduh dan diunggah sehingga peristiwa yang disajikan semakin aktual.
3. Kemudahan memilih berita mana saja yang akan dibaca. Dengan koran digital akan sangat mudah untuk memilih berita karena semua terpampang di halaman pertama melalui menu preview semua halamannya. Selain itu, artikel yang bisa dibaca menjadi lebih banyak karena mampu diakses sekaligus dalam satu kurun waktu yang sama.
4. Cepat dan bisa disimpan. Tak perlu bersusah membolak-balik karena bisa memilih-milih artikel yang hendak dibaca serta waktu yang lebih singkat untuk membaca koran ini karena mampu mengakses artikel sekaligus dalam satu kurun waktu yang sama. Selain itu, artikel yang penting bisa disimpan dengan cara mengunduh atau dalam format PDF.
5. Tanpa kertas. Sesuai dengan isu pemanasan global saat ini, koran digital memberikan warna bagi gerakan baru untuk menghemat penggunaan kertas dan percetakan. Dengan munculnya koran digital, konten-konten dari sebuah koran dapat langsung diunggah sehingga mengurangi penggunaan kertas dalam proses percetakan yang biasa dipakai oleh media cetak. Ancaman ketersediaan kertas yang semakin menipis semakin berkurang disamping harga kertas yang semakin mahal dan ketersediaanya yang semakin menipis.
6. Memangkas biaya produksi dan pengiriman yang mencapai angka 75 persen dari biaya pengeluaran produksi seluruhnya. Sebagian penerbit melihat inovasi teknologi ini akan membantu mereka meraih iklan online lebih besar lagi dan tetap menjangkau para pembacanya.
7. Praktis dan mudah di dapat di manapun dan kapanpun karena akses koran digital tidak terbatas dengan berkembangnya teknologi internet. Penyimpanan koran digital pun tidak memerlukan sebuah ruang atau tempat yang luas.
Selain kelebihan yang dimiliki, koran digital juga memiliki beberapa kekurangan diantaranya yaitu :
1. Keterbatasan sasaran pasar. Target yang dituju hanya pada kalangan menengah ke atas yang mempunyai fasilitas internet dan mempunyai handphone yang memiliki kanal GPRS. Atau di kalangan para pebisnis dan wirausahawan yang memiliki komputer pribadi atau komputer jinjing yang bisa mengakses layanan internet melalui wifi atau modem internet.
2. Dijadikan lahan bisnis media dan komersil. Terutama karena adanya iklan-iklan bergerak dan video yang hanya mampu diakses menggunakan teknologi Flash dan hanya beberapa pihak saja yang ahli membuat gambar bergerak ini di Indonesia.
3. Loading masih memerlukan waktu yang lama karena kemampuan koneksi internet di Indonesia masih lamban. Kecepatan internet di Indonesia masih jauh dibawah Korea Selatan, Hongkong, China, Singapura dan Jepang yang sudah mencapai angka 16.00 Mbps dan hanya memerlukan waktu sepersekian detik untuk mengakses internet daripada di Indonesia yang masih menghabiskan waktu hingga belasan bahkan puluhan detik dengan kecepatan yang hanya mencapai ratusan kbps saja.
4. Mahalnya biaya internet di Indonesia yang mencapai 17 kali lebih mahal daripada di negara Jepang. Dengan kecepatan yang hanya 256 kbps, para pengguna internet di Indonesia harus membayar sekitar ratusan ribu rupiah per bulan dengan asumsi kuota internet tak terbatas. Selain itu, para pembaca yang mengakses Koran Digital ini melalui telepon genggam mereka menghadapi tagihan biaya yang sama mahalnya karena harga paket yang ditawarkan oleh provider handphone untuk mengakses internet masih relatif mahal.



4.5 Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada beberapa pengguna Koran digital dapat ditarik sebanyak 10 sampel dari masing – masing populasi diatas, yang kemudian diolah menjadi sebuah data table hasil penelitian yang dijelaskan sebagai berikut :
Tabel
Data Hasil Penelitian ( Kuisioner )
No Koran Digital
Ketertarikan (%) Penilaian (tampilan,isi berita ) Intensitas Penggunaannya (per minggu) Jenis yg digunakan
1 70% 75 Tidak tentu Balipost.com
2 65% 75 2x Balipost.com, Kompas.com
3 70% 80 Tiap hari Jawapost.com, Tempo.com
4 70% 75 Tiap hari Jawapost.com
5 85% 70 4x Balipost.com
6 80% 70 5x Balipost.com
7 60% 65 3x Jawapost.com, balipost.com
8 60% 60 Tiap hari Tempo.com, balipost.com
9 90% 85 Tiap hari Balipost.com, Sindo.com, Tempo.com, Kompas.com
10 70% 70 Tidak tentu Balipost.com
Total 72% 72.5 - -

Berdasarkan data tabel penelitian diatas, dapat dilihat bahwa ketertarikan masyarakat untuk menggunakan Koran digital adalah sebesar 72% dengan kategori Sangat Tertarik, serta dari tabel penelitian diatas dapat dilihat bahwa penilaian masyarakat terhadap layanan Koran digital dengan rata – rata nilai sebesar 72.5 dengan kategori Baik. Jenis – jenis Koran digital yang digunakan oleh masyarakat juga dapat dilihat dari tabel diatas dimana sebagaian besar masayarakat menggunakan layanan Balipost.com, Jawapost.com, Kompas.com dan Tempo.com sebagai akses Koran digitalnya.
Hal ini tentu saja menjadi sebuah indikator bahwa sebagian masyarakat khususnya dikota Denpasar telah memiliki ketertarikan yang sangat besar dan penilaian yang baik terhadap Koran digital karena berbagai alasan diantaranya yaitu mudah diakses, bisa memilih berita yang diinginkan, tampilan yang menarik, dan berbagai alasan lainnya.











BAB IV
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Pembahasan yang dilakukan pada bab sebelumnya dapat diambil beberapa kesimpulan :
1. Bahwa perkembangan koran digital sudah cukup pesat dengan semakin berkembangnya teknologi informasi yang ada pada saat ini. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya akses layanan koran digital yang disediakan oleh pihak – pihak produsen sehingga masyarakat dapat memilih untuk menggunakan layanan koran digital yang diinginkan.
2. Bahwa tingkat ketertarikan dan penilaian masyarakat terhadap perkembangan koran digital sudah sangat baik yang bisa dilihat melalui tabel pembahasan pada bab sebelumnya yaitu dengan persentase ketertarikan sebesar 75% dan penilaian sebesar 72.5.

5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis dapat memberikan saran – saran yaitu :
1. Perkembangan Koran digital harus terus ditingkatkan dan lebih disosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat bisa mengikuti perkembangan teknologi informasi yang semakin maju pada era saat ini.
2. Perlu adanya peningkatan kualitas dari setiap penyedia layanan koran digital baik dari segi tampilan, isi berita, dan lain – lain sehingga penilaian masyarakat akan semakin baik dan menjadi semakin tertarik untuk menggunakan layanan koran digital .

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Macys Printable Coupons